Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Kementerian Kesejahteraan Rakyat Pantau JKJ
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Maraknya pemberitaan tentang kesimpangsiuran pelaksanaan Jaminan Kesehatan Jembrana (JKJ) rupanya mengundang perhatian dari para pejabat Kementerian Kesejahteraan Rakyat. Program yang telah dinikmati oleh masyarakat Jembrana sejak tahun 2003 ini memang sempat mengalami berbagai permasalahan. Mulai dari adanya tanggungan utang sampai milyaran rupiah , beberapa kali pergantian pimpinan di Bapel JKJ sehingga sempat menimbulkan desas desus di masyarakat bahwa program JKJ akan segera dihentikan alias telah bangkrut.
Untuk itulah deputi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat, DR Adang Setiana dan rombongan menyempatkan diri berkunjung langsung ke Jembrana. Rombongan sempat mengadakan pertemuan dengan Kadis Kessos Jembrana, dr Putu Suasta yang didampingi oleh beberapa pejabat di lingkungan dinas kessos serta dirut RSUD Negara, dr Nyoman Susila, kamis ( 27 /1 ) Selain berkunjung ke Dinas Kessos Jembrana, Adang setiana bersama keenam rombongan dari kementerian kesra juga sempat melihat pelayanan kesehatan di RSUD Negara
Menurut Adang , dirinya ingin mendapatkan informasi yang sebenarnya tentang JKJ , karena mendengar tentang isu-isu kebangkrutan JKJ yang marak diberbagai media. Selain itu dirinya juga ingin mencari bahan masukan kedaerah-daerah untuk menyusun regulasi tentang jaminan kesehatan nasional karena JKJ sempat menjadi acuan dalam pemberlakuan system serupa di daerah lainnya.
Setelah mendapat pemaparan dari Kadis Kessos Jembrana, Adang mengaku bersyukur JKJ masih tetap berjalan di Jembrana. Hal ini menurutnya sekaligus adanya hipotesa yang menyatakan pemerintah daerah tidak mampu melaksanakan program jaminan kesehatan masyarakat terbantahkan.
“Kami dari kementerian Kesra akan tetap mendorong peran pemda dalam meningkatkan standar masyrakat apakah itu melalui jaminan kesehatan maupun penanggulangan kemiskinan,“papar Adang. Sementara itu Kadis Kessos Jembrana disela-sela kunjungan pejabat kementerian kesra, mengaku dirinya bersama staf dilapangan akan tetap akan memberikan pelayanan JKJ kepada masyrakat Jembrana. Namun mengenai apakah nantinya program JKJ ini tetap dilanjutkan atau menggandeng JKBM dirinya akan menyerahkan sepenuhnya kepada bupati yang terpilih.
Namun dr Suasta mengaku optimis bahwa program JKj ini bisa tetap berjalan, disamping karena manfaatnya yang telah banyak dirasakan warga jembrana juga karena adanya pernyataan dari kandidat terpilih pada waktu penyampaian visi dan misi calon bupati dan wakil bupati Jembrana, untuk tetap mempertahankan JKJ.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6022 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2351 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan