Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
'Ketakutan' Mendekam Di Sel Tahanan Polisi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Putu Suaka (45), pelaku pembunuhan pasutri di Desa Jineng Dalem dan di Desa Manyali serta Abang Karangasem mengaku ‘ketakutan’ mendekam di sel tahanan polisi, pasalnya, pelaku pembunuhan berdarah dingin itu selalu dibayang-bayangi para korbannya. “Saya sempat didatangi di sel tahanan Mapolres Buleleng ini, hanya saja saya dilihat terus dengan pandangan orang yang sangat dendam dan membenci saya, tapi kalau di sel tahanan Mapolres Karangasem, dada saya sempat diinjak-injak oleh korban yang datang setiap malam,” cerita Suaka, Minggu (6/4) di ruang tahanan Proles Buleleng.
Diceritakan Suaka, kerap setiap malam dirinya selalu didatangi Kadek Suara dan Luh Sukesi,” entah mimpi atau tidak, saya melihat keduanya ada didepan saya, memandangi saya dengan kemarahan, saya takut sekali,” ujarnya. Dari penuturan Suaka terungkap juga rasa penyesalan telah melakukan perencanaan dan pembunuhan yang telah dilakukan secara berantai itu,” saya menyesal, hanya saja saat itu saya dendam dan ingin menguasai kekayaan mereka (korban,red), ya, mau apa lagi, semuanya saya pasrahkan saja,” ujarnya. Kerena sering didatangi banyangan para korbannya itulah kondisi Putu Suaka lebih kurus dibandingkan saat tertangkap polisi setelah aksi pembunuhan dengan portasium cianida di Karangsem terungkap.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2349 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan