Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Kisah Wanita Kembar Tiga dari Kaki Gunung Rinjani Peraih Beasiswa NTB
BERITABALI.COM, NTB.
Sri Trisna Dewi adalah alumni Beasiswa NTB. Bersama dua saudara kembarnya, tamatan Universitas Kebangsaan Malaysia ini menceritakan kisahnya hingga meraih beasiswa.
“Saya angkatan Pertama Beasiswa NTB,” kata Tiwi sapaan Sri Trisna Dewi di acara Jumpa Zul Rohmi Gebyar Beasiswa NTB, di lapangan Sangkareang kantor Gubernur, Senin (20/3).
Awardee kembar tiga kelahiran Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah merupakan wanita pertama dari desa Lantan yang berada di kaki gunung Rinjani yang telah mampu menyelesaikan studi jenjang Strata dua, diluar negeri.
“Kami wanita pertama dari desa Lantang,yang mampu menyelesaikan study jenjang S-2 di desa ini, bahkan mampu kuliah hingga keluar negeri,” ujarnya.
Dikatakannya, bahwa pengalaman ke Malaysia sangat luar biasa. Apalagi bagi warga desa yang tinggal terpelosok di kaki gunung Rinjani. Memiliki kesempatan untuk kuliah ke luar negeri dengan gratis, merupakan hal yang sungguh luar biasa.
Selain dirinya, saudara kembarnya Sri Trisna Yanti memperoleh beasiswa ke Polandia dan Sri Trisna Wati memperoleh beasiswa ke Malaysia bersamanya.
Setelah selesai menempuh jenjang S-2 dari luar negeri ketiga saudara kembar ini, berkiprah membangun desanya bersama pemuda dan pemerintah desa, untuk membangun potensi wisata desa Lantan.
Untuk itu, ia berharap Program beasiswa untuk kuliah ke luar negeri dengan gratis yang di gagas Gubernur NTB terus dilanjutkan. Karena beasiswa untuk pendidikan merupakan investasi jangka panjang.
“Pendidikan ini investasi jangka panjang, yang tidak langsung dapat dilihat seperti bangunan, gedung-gedung, fasilitas,“ ujarnya.
Ia mengaku bahwa, jarang sekali pemimpin yang ingin menginvestasikan pendidikan. Apalagi menurutnya, bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Tidak langsung dirasakan atau dilihat manfaatnya, seperti investasi fisik atau pembangunan.
Namun ia yakin, apabila pemuda-pemudi dari pelosok-pelosok desa diberikan kesempatan, untuk belajar ke luar negeri, dapat membuka cara berpikir akan luasnya cakrawala dunia.
“Saya bersama pemuda-pemudi lainnya,menyampaikan ucapan terikamsih banyak, dan program beasiswa ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pemuda-pemudi untuk belajar keluar negeri,” tutupnya.
Sementara Wakil Dubes Polandia, Stefan Piotr Firlus mewakili Dubes Beata Stoczy?ska mengatakan, program beasiswa NTB adalah kebijakan publik yang sangat baik.
"Saya percaya masih banyak talenta berbakat dan dinamis yang siap menempuh pendidikan lebih luas keluar negeri," ujar Stephen, yang hadir di acara Jumpa Zul Rohmi Gebyar Beasiswa NTB di lapangan Sangkareang, kantor Gubernur, Senin (20/03).
Dikatakannya, kerja sama beasiswa selama empat tahun ini telah berjalan dengan baik dan siap membuka lebih banyak lagi kesempatan beasiswa ke Polandia seperti misalnya beasiswa Stefan Banach yang telah mulai dibuka.
Ia juga berpesan kepada masyarakat NTB bahwa keputusan untuk menempuh pendidikan tinggi keluar negeri dapar merubah keluarga, lingkungan bahkan negara.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5859 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4606 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2215 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan