Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 5 November 2026
KKB Kocar-Kacir Diusir Warga Pakai Busur dan Panah
BERITABALI.COM, NASIONAL.
TNI menyatakan keberadaan kelompok separatis bersenjata yang biasa disebut KKB atau KST telah mengusik kehidupan masyarakat karena keberadaannya meresahkan warga di Papua.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman mengatakan warga resah karena KKB kerap menjadikan ibu-ibu dan anak-anak sebagai 'tameng' perlindungan mereka.
Dalam dua hari terakhir, warga pun berselisih dan bahkan mengusir kelompok bersenjata itu saat dalam pelarian usai menyerang anggota TNI-Polri di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Herman mengatakan pada Minggu (23/4) gerombolan KKB menggunakan dua senjata api laras panjang menyerang aparat TNI Yonif 305/Tkr saat berada di Kampung Sambili menuju Kampung Kusage.
"Selanjutnya Aparat TNI melakukan penindakan, namun gerombolan KST melarikan diri," kata Herman dalam keterangan tertulis, Selasa (25/4).
Ia mengatakan serangan KKB itu membuat resah masyarakat di kampung Sambili, kampung Kusage dan kampung Mamba Bawah.
"Maka terjadi keributan antara gerombolan KST dengan masyarakat kampung, karena masyarakat mengusir dan berusaha melawan gerombolan KST yang selama ini menjadikan masyarakat sebagai tameng dan sering mengancam masyarakat," katanya.
Lalu pada Senin (24/4), KKB disebut menyerang dan menembak aparat dari Brimob Polri di Kampung Bilogai.
Prajurit Satgas Yonif 305/Tkr yang berada di sekitar wilayah Intan Jaya mendengar kejadian tersebut, lalu bersiaga mengantisipasi terjadi serangan lanjutan.
"Akibat serangan gerombolan KST tersebut, masyarakat Kampung Bilogai Kab. Intan Jaya berkumpul membawa busur dan panah untuk berupaya mengusir gerombolan KST," katanya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 611 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 495 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan