Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Klungkung Canangkan Program Sehari Tanpa Kantong Plastik
Jumat, 6 April 2018,
13:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com.Klungkung, Pemkab Klungkung terus berinovasi menciptakan berbagai terobosan dalam penanggulangan sampah utamanya sampah plastik. Diawali dengan program Perangi Sampah Plastik dilanjutkan dengan Bebas Sampah Plastik, kali ini Pemkab Klungkung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan mencanangkan program Satu Hari Tanpa Kantong Plastik.
[pilihan-redaksi]
Program ini diluncurkan bersamaan dengan aksi bersih bersih pantai untuk memperingati Hari Puputan ke 110 dan HUT Kota Semarapura ke 26 tahun 2018 serta lanjutan dari peringatan hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2018, Jumat, (6/4/2018) dipantai Tegal Besar kecamatan Banjarangkan.
Program ini diluncurkan bersamaan dengan aksi bersih bersih pantai untuk memperingati Hari Puputan ke 110 dan HUT Kota Semarapura ke 26 tahun 2018 serta lanjutan dari peringatan hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2018, Jumat, (6/4/2018) dipantai Tegal Besar kecamatan Banjarangkan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Kirana mengatakan Klungkung menjadi satu satunya kabupaten kota di Bali yang menerapkan program ini. Hal ini telah sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, yakni Perpres no. 97 tahun 2017 mengenai mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta mengurangi sampah di segala lini yakni didarat dan dilautan.
Dengan Program Satu Hari Tanpa Kantong Plastik, masyarakat akan diajak untuk puasa, untuk tidak menggunakan kantong plastik selama satu hari. “Sampah plastik telah mengotori berbagai lini, mulai dari tanah, sungai hingga laut. Sampah plastik yang hanyut ke laut akan hancur menjadi partiket partikel kecil yang dapat dimakan oleh ikan – ikan, kemudian ikan ikan ini ditangkap untuk dikonsumsi manusia, tentu ini akan sangat berbahaya,” ujar Agung Kirana.
Untuk itulah melalui langkah kecil ini diharapkan akan dapat mengurangi pupulasi sampah plastik serta akan membawa dampak besar bagi bumi dan lautan. Ditambahkan, kedepan program satu hari tanpa kantong plastik ini akan dievaluasi lagi apakan dilakukan sehari ataukah ditambah menjadi dua hari atau lebih.
Aksi bersih pantai selain dilakukan di pantai Tegal Besar, juga dilakukan disejumlah titik pantai yang menjadi objek wisata dan pantai yang sering mendapat kiriman sampah dari laut. Diantaranya Pantai Goa Lawah di kecamatan Dawan yang diikuti oleh 19 instansi, di pantai Pura Watu Klotok diikuti oleh 18 instansi, Pantai Sidayu Lepang dan Pantai Tegal Besar di kecamatan Banjarangkan yang melibatkan masing masing 14 dan 10 instansi. Masyarakat dan unsur TNI Polri pun turut serta dalam aksi ini.
[pilihan-redaksi2]
Sekda Gede Putu Winastra dalam kesempatannya berharap program ini akan terus berkelanjutan dan diintensifkan dengan melibatkan lebih banyak komponen masyarakat. “Semoga dengan gerakan ini dan aksi bersih bersih pantai ini masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari sampah utamanya sampah plastik,” ujar Sekda Gede Putu Winastra.
Sekda Gede Putu Winastra dalam kesempatannya berharap program ini akan terus berkelanjutan dan diintensifkan dengan melibatkan lebih banyak komponen masyarakat. “Semoga dengan gerakan ini dan aksi bersih bersih pantai ini masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari sampah utamanya sampah plastik,” ujar Sekda Gede Putu Winastra.
Program Satu Hari Tanpa Kantong Plastik merupakan program pendukung dari program pengentasan persoalan sampah yang tengah berjalan saat ini yakni Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Klungkung mengalami persoalan sampah ketika TPA Sente harus ditutup karena over kapasitas. Untuk mengatasinya, Pemkab Klungkung bekerja sama dengan STT PLN dan Indonesia Power menggulirkan program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Program ini telah dilaunching di Balai Subak Desa Pekraman Lepang Desa Takmung Banjarangkan pada 12 Desember 2017 lalu.
Dengan program ini, sampah akan diolah secara langsung melalui proses peuyeumisasi, briketisasi/peletisasi, dan gasifikasi, dengan menggunakan bio aktivator. Dalam tiga hari, bau hilang, dan dalam sepuluh hari volume sampah sudah berkurang. Ini juga akan menghasilkan briket dan pellet yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk proses memasak dan listrik. Pelet yang diproduksi oleh desa nantinya akan dibeli pihak Indonesia Power sebagai bahan bakar pembangkit listrik dengan harga yang tengah dikaji saat ini. (bbn/rlsklk/rob)
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2283 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026