Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
Klungkung Gelar Parade dan Lomba Ogoh-Ogoh Nyepi 1941
Minggu, 3 Maret 2019,
21:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Klungkung. Pemerintah Kabupaten menggelar Lomba Ogoh-ogoh antar Kecamatan se-Kabupaten Klungkung Tahun 2019 yang bertempat di Depan Monumen Puputan Klungkung di buka oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta Minggu (3/3) dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1941.
[pilihan-redaksi]
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sangat mengapresiasi pelaksanaan Lomba dan parade ogoh-ogoh ini. Pihaknya berharap kegiatan lomba ini dapat meningkatkan kreativitas sekaa teruna dalam hal pelestarian dan pengembangan budaya. Disamping itu kegiatan ini harus dijadikan momen untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan antar masyarakat Klungkung.
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sangat mengapresiasi pelaksanaan Lomba dan parade ogoh-ogoh ini. Pihaknya berharap kegiatan lomba ini dapat meningkatkan kreativitas sekaa teruna dalam hal pelestarian dan pengembangan budaya. Disamping itu kegiatan ini harus dijadikan momen untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan antar masyarakat Klungkung.
"Perlombaan ogoh-ogoh sepat hampir tidak dilaksanakan, tetapi kami yakin bahwa masyarakat Klungkung bisa membedakan mana tahun politik dan seni ogoh-ogoh serta bisa mengambil hikmah dari penampilan ogoh-ogoh" Ujar Bupati Suwirta
Bupati Suwirta juga mengimbau kepada seluruh warga untuk memaknai hari raya Nyepi dengan introspeksi diri dengan menjalankan Catur Berata Penyepian. “Semoga rangkaian Nyepi berjalan lancar, kondusif dan tercipta kedamain bagi kita semua" harapnya.
[pilihan-redaksi2]
Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga I Nyoman Murdata mengatakan, setiap kecamatan mengusung dua peserta lomba, dan khusus Nusa Penida, hanya satu ogoh-ogoh. Adapun kriteria lomba ogoh-ogoh yakni para peserta diwajibkan menggunakan sarana alam, dari ulatan bambu, dan dilarang menggunakan tokoh pewayangan namun lebih pada sosok Raksasa, Bisaca, Denawa dan Detya dengan ketinggan ogoh-ogoh maksimal 6 meter dan lebar sanan maksimal 4-5 meter sesuai dengan kondisi lintasan.
Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga I Nyoman Murdata mengatakan, setiap kecamatan mengusung dua peserta lomba, dan khusus Nusa Penida, hanya satu ogoh-ogoh. Adapun kriteria lomba ogoh-ogoh yakni para peserta diwajibkan menggunakan sarana alam, dari ulatan bambu, dan dilarang menggunakan tokoh pewayangan namun lebih pada sosok Raksasa, Bisaca, Denawa dan Detya dengan ketinggan ogoh-ogoh maksimal 6 meter dan lebar sanan maksimal 4-5 meter sesuai dengan kondisi lintasan.
"Kami tidak perkenankan menampilkan unsur seksual dan melarang pembuatan ogoh-ogoh yang bermuatan politik" ujar Murdata.
Adapun peserta lomba yang mewakilinya yakni, Kecamatan Banjarangkan yang diwakilkan oleh Desa Takmung dan Desa Aan, Kecamatan Klungkung yang diwakilkan oleh Desa Akah dan Desa Kamasan, Kecamatan Dawan yang diwakilkan oleh Desa Besan dan Desa Dawan Kelod, serta Kecamatan Nusa Penida yang di wakilkan oleh Desa Pajukutan. (bbn/humasklungkung/rob)
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Klungkung
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5988 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4674 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2652 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2310 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026