Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Telisik Dugaan Permainan Izin AirAsia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dugaan permainan izin penerbangan maskapai AirAsia serta penerbangan lain akan ditelisik oleh KPK. Hal itu menyusul dengan adanya dugaan penyelewengan dalam izin penerbangan yang terkuak setelah kecelakaan AirAsia QZ8501.
KPK akan mempelajari dugaan permainan pemberian izin rute penerbangan untuk rute Surabaya-Singapura maskapai Air Asia. Hal itu akan dipelajari setelah lembaga superbody pimpinan Abraham Samad Cs ini menerima hasil investigasi Kementerian Pehubungan (Kemenhub) pimpinan Ignasius Jonan.
"Kami tunggu bahan yang dikirimkan pak Ignasius Jonan (Menteri Perhubungan, red) hasil investigasi dari inspektur khususnya. Terkait perizinan atau masalah lain," kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto di Jakarta, Kamis (8/1/2015) malam.
Hal itu dilakukan oleh KPK, kata Bambang, karena adanya permintaan dari Kemenhub untuk ikut serta menelisik izin itu. Dengan adanya permintaan itu, KPK telah sepakat untuk bersama-sama melakukan kajian soal izin penerbangan.
Bahkan, lanjut dia, pihaknya tak ragu akan menjerat pihak-pihak yang diduga bermain dalam perizinan itu. "Karena bagi kami terima dulu hasil, baru dari situ kita akan pelajari bagiamana yang jadi penanganan KPK," kata Bambang.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan