Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Magic Garden Nuanu Rayakan Setahun, Hadirkan Delapan Wahana Edukatif
BERITABALI.COM, TABANAN.
Magic Garden di kawasan Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, merayakan ulang tahun pertamanya pada 4 Desember 2025. Dalam kurun waktu satu tahun, fasilitas edutainment botani seluas 3.600 meter persegi ini tumbuh pesat dari tiga fasilitas menjadi delapan wahana edukatif berbasis lingkungan.
Sejak awal berdiri pada 2024, Magic Garden menjadi bagian dari visi Nuanu Creative City yang mengalokasikan 70 persen lahannya sebagai ruang hijau dan habitat flora serta fauna asli Bali. Peran Magic Garden difokuskan sebagai pusat pembelajaran regenerasi, keanekaragaman hayati, dan lingkungan hidup.
“Di Nuanu, tujuan kami adalah untuk membangun ekosistem secara konsisten sehingga menjadi inkubator bagi orang yang berbakat untuk bekerja dengan tanaman dan serangga,” kata Ida Ayu Astari Prada, Brand & Communications Director, Nuanu Creative City.
“Membangun kembali habitat lebih dari sekadar mengadakan rumah bagi para serangga, tapi juga merupakan warisan bagi murid sekolah kami dan juga para pengunjung, mendorong kepedulian mereka terhadap alam sebagaimana mestinya.”

Saat pertama diluncurkan, Magic Garden menghadirkan tiga fasilitas utama yaitu Butterfly Garden, Botanical Gallery, dan Orchid Galore. Dalam satu tahun, fasilitas ini berkembang dengan penambahan Permaculture Garden, Biota Lab, Miyawaki Forest, Rabbit Park, serta pratinjau awal dari The Glow Project yang direncanakan resmi dibuka pada 2026.
Perkembangan tersebut juga diikuti peningkatan keanekaragaman hayati, di antaranya tingkat kelangsungan hidup kupu-kupu yang diklaim mencapai 10 kali lebih tinggi dibandingkan di alam liar. Magic Garden juga telah melepasliarkan lebih dari 14.000 kupu-kupu, menjalin lebih dari 30 kerja sama dengan sekolah, serta menyediakan ruang bagi flora Bali yang terancam punah.
Sebagai bagian dari ekosistem Nuanu, Magic Garden turut menggelar 21 lokakarya, seperti terrarium dan kokedama. Lokasi ini juga menjadi rumah bagi Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) serta menjalankan pameran seni pertama di Labyrinth Art Gallery dengan tema Liana Reverie.
Dalam momen ulang tahun pertamanya, Magic Garden memperkenalkan cuplikan awal dari The Glow Project yang telah dikembangkan selama dua tahun. Proyek ini menampilkan 13 organisme bioluminesen dan 31 spesies tanaman fluoresen yang dipilih berdasarkan nilai ekologis dan edukatif.
“Setiap makhluk hidup yang kami rawat di Magic Garden memiliki cerita dan perannya sendiri dalam menjaga keseimbangan ekologi. Mengelola proyek ini mengajarkan saya bahwa tanggung jawab kami bukan hanya merawat ruang tersebut, tetapi juga menghadirkan pengetahuan ini lebih dekat kepada masyarakat,” ujar Komang Sri Junisabtika, Venue Manager Magic Garden.
“Ketika orang mengerti bagaimana peran cahaya di alam, mereka secara alami menjadi lebih terhubung dengan ekosistem di sekitar mereka.”
The Glow Project dijadwalkan dibuka khusus pada malam hari mulai 2026 dengan harga tiket Rp250.000 per orang. Pengunjung akan didampingi pemandu khusus untuk mengamati langsung organisme bercahaya serta mempelajari peran ekologisnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3747 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1682 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang