Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Megawati Optimis PDIP Menang di Bali
BERITABALI.COM, BANGLI.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengkritik kader-kader PDIP yang kini duduk sebagai kepala daerah. Kritik tersebut sebagai sikap kekecewaan atas beberapa kader PDIP yang duduk sebagai Kepala daerah yang menolak menjadi juru kampanye pada pemilu tahun ini.
Megawati menyampaikan cukup banyak kader partai yang setelah jadi eksekutif atau kepala daerah yang malu-malu kucing. Megawati mengakui masih ada beberapa kader yang bahkan menolak secara terang-terangan
“Setelah jadi itu menjadi malu-malu kucing, tetapi ada juga yang susah payah PDIP dukung mengatakan kami dipilih oleh rakyat, ya saya terus berkobar-kobar. Memangnya kamu datang tanpa proses pemilihan,†ujar Megawati.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri disisi lain menyatakan salut terhadap Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang bersedia untuk turut kampanye.
Sementara pada Pemilu tahun ini, Megawati menyatakan optimis menang di Bali. Mengingat Pada Pemilu legislatif 2004, PDIP memperoleh suara mencapai 59,9 % dan pada pilpres putaran dua di Bali PDIP menang dengan mengumpulkan suara sekitar 50,6 persen. (mlt)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2256 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2010 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1926 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1786 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun