Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Mencekam, Hujan Rudal Putin Hajar Titik Kritis di Kyiv
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia kembali meluncurkan serangan rudal ke wilayah Ukraina pada Sabtu pagi (14/1/2023) waktu setempat. Rudal-rudal itu menghantam infrastruktur kritikal di Kyiv dan wilayah Kharkiv.
Reuters melaporkan kejadian yang tak biasa saat serangan itu terjadi. Serangkaian ledakan terdengar di Kyiv sebelum sirene serangan udara melengking. Kendati begitu, otoritas setempat memastikan tidak ada yang korban luka saat serangan itu.
"Ledakan-ledakan terjadi di distrik Dniprovskiy. Semua dinas setempat tengah menuju ke lokasi. Tetap di tempat perlindungan kalian!" kata Walikota Kyiv Vitali Klitschko melalui aplikasi Telegram.
Rusia, yang mulai menginvasi Ukraina pada Februari lalu, telah menggempur infrastruktur energi dengan rudal dan drone sejak Oktober, menyebabkan pemadaman listrik dan gangguan pada sistem pemanas maupun saluran air saat musim dingin tiba.
Para pekerja perusahaan jaringan listrik setempat, Ukrenergo juga terus berpacu dengan waktu memperbaiki kerusakan. Ini karena jaringan listriknya tengah menghadapi defisit daya yang disebabkan oleh serangan sebelumnya meskipun suhu di sana minus 2 celcius.
Walikota Kyiv mengatakan puing-puing rudal juga jatuh di area non-perumahan di distrik Holosiivskiy di barat Kyiv, menyebabkan kebakaran meski tidak melukai siapa pun.
Juru bicara Angkatan Udara Yuriy Ihnat mengatakan rudal Rusia yang menyebabkan sirene udara tidak berbunyi lebih disebabkan penembakan di sepanjang lintasan balistik yang tinggi dan melingkar dari arah utara.
Di timur laut Ukraina, Oleg Synehubov, gubernur regional Kharkiv, mengatakan dua rudal S-300 menghantam kota yang dekat perbatasan Rusia pada Sabtu pagi.
Serangan tersebut menghantam infrastruktur energi kritikal dan fasilitas industri di distrik Kharkiv maupun Chuhuev.
"Unit layanan darurat dan pekerja energi kami bekerja untuk menghitung segala bentuk dampak yang diakibatkan serangan itu dan menstabilkan situasi dengan pasokan energi yang ada," katanya.
Gubernur wilayah Cherkasy tengah memperingatkan serangan rudal besar-besaran Rusia dapat terjadi pada Sabtu malam, sementara gubernur Mykolaiv di selatan mengatakan 17 pesawat tempur Tupolev Rusia telah lepas landas dari pangkalan udara mereka.
Namun setelah pernyataan itu dibuat, alarm serangan udara di Kyiv dan wilayah sekitarnya dicabut.
Serangan pada hari Sabtu terjadi ketika pasukan Ukraina dan Rusia berjuang untuk menguasai Soledar, sebuah kota tambang garam kecil di timur Ukraina yang selama berhari-hari telah menjadi fokus serangan Rusia.
Rusia mengatakan pada hari Jumat bahwa pasukannya telah menguasai Soledar. Kendati begitu belum ada verifikasi yang dapat menguatkan pernyataan itu secara langsung dari Soledar.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4501 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2311 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1932 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1585 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun