Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 30 Agustus 2026
Meninggal Dunia, Mieke Wijaya Dimakamkan Siang Ini
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Mieke Wijaya meninggal dunia di kediamamnya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (3/5/2022) pukul 19.30 WIB. Kabar duka itu disampaikan putrinya, Nia Zulkarnaen di rumah duka.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun telah berpulang ibu kami, Hj Mieke Wijaya," kata Nia Zulkarnaen di rumah duka, Rabu (4/5/2022) dini hari.
Nia Zulkarnaen mengatakan Mieke Wijaya akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Prosesi pemakamannya akan berlangsung siang ini.
"Ba'da zuhur dimakamkan," jelasnya.
Nia Zulkarnaen dan keluarga memakamkan Mieke Wijaya di Tanah Kusir karena permintaan mendiang ayahnya, Dicky Zulkarnaen. Oleh karena itu, pasangan tersebut akan kembali disatukan di satu liang kubur yang sama.
"Makamnya dijadikan satu tempat dengan almarhum papah. Itu permintaan papa," jelasnya.
Mieke Wijaya dikenal sebagai salah satu aktris bertalenta sejak aktif berkarya pada 1955. Ibunda Nia Zulkarnaen itu telah membintangi puluhan judul film semasa hidupnya.
Kemampuan akting Mieke terbukti lewat tiga Piala Citra yang ia menangkan pada 1967, 1975 dan 1981. Masing-masing penghargaan didapat lewat perannya dalam film Gadis Kerudung Putih, Ranjang Pengantin dan Kembang Semusim.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4749 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2551 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2191 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1810 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1235 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun