Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Menpar Dorong Industri Pariwisata Bali Terapkan ESG
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendorong pelaku industri pariwisata untuk mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai strategi memperkuat daya saing sekaligus mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan.
Dorongan tersebut disampaikan saat membuka Eco Tourism Week – Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Industry Forum (WI-STIF) 2026 yang berlangsung di The Meru, Bali, Sabtu (30/5).
Menurut Menteri Pariwisata, penerapan prinsip ESG kini menjadi faktor penting dalam menarik investasi dan membangun kepercayaan mitra internasional. Investor tidak lagi hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan, dampak sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik.
“Kami berharap semakin banyak pelaku usaha pariwisata yang tergerak untuk menerapkan prinsip ESG dan memandang aspek keberlanjutan sebagai investasi strategis jangka panjang,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.
Ia menjelaskan, pemerintah terus mengambil berbagai langkah konkret untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di berbagai destinasi wisata nasional.
Langkah tersebut antara lain pembangunan infrastruktur ramah lingkungan seperti sistem pengelolaan sampah di Labuan Bajo, revitalisasi kawasan wisata Waterfront City Pangururan di Danau Toba, hingga program pemulihan lingkungan dan kajian daya dukung destinasi wisata.
Selain itu, Kementerian Pariwisata juga menjalankan program prioritas Gerakan Wisata Bersih guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan sanitasi di kawasan wisata.
Program tersebut sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pengelolaan sampah secara nasional dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Oleh karena itu, saya berharap forum ini dapat memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya pariwisata berkelanjutan serta mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk berperan lebih aktif dalam membangun kolaborasi lintas sektor,” kata Menpar.
Menurutnya, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi, kemitraan, dan solusi nyata guna mempercepat transformasi sektor pariwisata Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Sementara itu, Co-Founder Eco Tourism Bali, Suzy Hutomo, mengatakan Ecotourism Week tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga ruang kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat implementasi praktik pariwisata berkelanjutan.
“Selama ini kita sering berbicara mengenai ide dan konsep. Melalui forum ini, kami ingin berfokus pada solusi dan implementasi nyata. Berbagai topik penting akan dibahas, mulai dari ESG hingga pariwisata regeneratif melalui keberagaman, operasional berkelanjutan, dan dampak positif bagi komunitas,” ucap Suzy Hutomo.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, Asisten Manajemen Usaha Pariwisata Berkelanjutan Amnu Fuadly, Co-Founder Eco Tourism Bali Rahmi Fajar Harini, General Manager The Meru Sanur Ed Brea, serta Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Tjok Bagus Pemayun.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli