Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Menteri LH Ungkap Penyebab Banjir Bali, Moratorium Pembangunan Jadi Opsi Serius
BERITABALI.COM, TABANAN.
Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Bali kembali memunculkan sorotan terhadap tata kelola lingkungan hidup.
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurrofiq, menyebut curah hujan ekstrem bukan satu-satunya penyebab bencana tersebut.
"Di kategori itu hampir separuh wilayah Bali bagian selatan dari tengah ke selatan, ini yang kemudian ada beberapa hal yang perlu harus kita benahi," kata Hanif saat mengunjungi Sekolah Rakyat di Kabupaten Tabanan, Sabtu (13/9).
Hanif menyoroti kawasan pegunungan Bali, terutama sekitar Gunung Batur, Kabupaten Bangli, yang hanya memiliki tutupan hutan di bawah 4 persen. Menurutnya, kondisi ini memperparah risiko banjir dan degradasi lingkungan.
"Jadi dari 49 ribu hektare daerah aliran sungainya, yang ada tutupannya kurang dari 1.200 [hektare]. Jadi ini sangat kecil," imbuhnya.
Ia menegaskan perlunya mengubah lanskap lingkungan di Bali agar lebih berkelanjutan. Salah satu fokusnya adalah pengendalian alih fungsi lahan, yang dalam beberapa tahun terakhir berlangsung cukup masif.
"Pak Gubernur sedang menguji itu [alih fungsi lahan]. Kami akan monitor hasil dari mapping yang dilakukan oleh Pak Gubernur," jelasnya.
Hanif menambahkan, jika diperlukan, pemerintah pusat akan turun langsung melakukan penegakan hukum maupun penguatan tata lingkungan hidup. Menurutnya, degradasi lingkungan telah berdampak pada menurunnya jasa lingkungan air di Bali.
"Terjadi degradasi fungsinya, sehingga kita harus mengembalikan itu. Upaya bersama harus kita lakukan, kemudian konversi lahan-lahan pertanian dan hutan wajib kita hindari sebisanya. Perlu langkah-langkah inovasi dalam mengembangkan dunia wisata yang semakin kuat di Bali," ujarnya.
Lebih jauh, Hanif juga membuka peluang diberlakukannya moratorium pembangunan di Bali.
"Wajib itu moratorium, kalau menurut saya. Karena lanskapnya sangat ini, sementara populasinya tinggi. Wajib [melakukan] langkah-langkah serius," tegasnya.
Sebagai informasi, banjir parah melanda Bali pada Rabu (10/9) akibat hujan deras. Data BPBD Bali mencatat 17 korban meninggal dunia, terdiri dari 11 orang di Denpasar, 3 orang di Gianyar, 2 orang di Jembrana, dan 1 orang di Badung. Pemprov Bali telah menetapkan status tanggap darurat selama sepekan pascabencana. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5870 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4612 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2580 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2224 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2203 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan