Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Merasa Tersengat Listrik dan Ketakutan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dua korban Handphone ‘santet’, hari ini Rabu (14/5), melapor ke kantor polisi. Keduanya merasa dirugikan akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab. “Ada dua laporan terkait masalah telpon yang meresahkan warga, satu dari Desa Kalianget dan satu dari Desa Gesing, ini sudah kita sikapi dengan pemeriksaan awal termasuk akan melakukan korodinasi dengan polda melalui peralatan cyber crime dalam melacak penelpon atau pengirim SMS tersebut,” ungkap Perwira Humas Polres Buleleng. Kompol. I Made Sudirsa.
Dari kedua peristiwa yang menimpa warga Buleleng itu diharapkan masyarakat tidak resah ataupun memberikan respon. ”Biarkan saja bila ada telpon atau pesan singkat itu dan masyarakat jangan resah, kalau ada laporkan saja ke polisi, kita akan melakukan pelacakan,” tegas Sudirsa. Sementara dari laporan Ida Ayu Komang Krisna Dewi (17), pelajar kelas dua di SMA Negeri 2 Banjar menyebutkan, akibat menerima panggilan telpon membuatnya telah tidak sadarkan diri sehingga dilarikan ke UGD Wijaya Kusuma Seririt dan selanjutnya dirujuk ke RS. Kertha Husada Singaraja.
“Awalnya saya menerima telpon dari teman, namun tiba-tiba mati dan kemudian saat berdering langsung saya diangkat, namun yang didengar hanya suara angin dan kemudian tubuh saya seperti terkena aliran listrik dan tidak sadarkan diri,” ungkap Ida Ayu Komang Krisna Dewi warga Dusun Alasarum, Desa Kalianget Kecamatan Seririt. Dari peristiwa tersebut, Ida Ayu Komang Krisna Dewi menjalani rawat inap di Rumah Sakit Kertha Husada Singaraja, sedangkan kasus dugaan telpon misteri itu dilaporkan ke Mapolsektif Seririt dan masih dalam penyelidikan
Sedangkan di Desa Gesing Kecamatan Banjar, Ketut Adi Patria (30) menerima pesan singkat yang kemudian setelah dibaca mengakibatkan rasa takut. ”Pesan itu saya terima dari dua nomor yang berbeda yang menyebutkan pesan itu sebagai penangkal agar terhindari dari telpon warna merah yang mencari tumbal dengan kode 0866 dan 0666,” papar Adi Patria saat diperiksa polisi. Kedua kasus tersebut kini sedang dalam penangganan serius Jajaran Polres Buleleng, sebab dari laporan Ida Ayu Komang Krisna Dewi dan Ketut Adi Patria, polisi telah mengantongi nomor pengirim dan penelponnya.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6023 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4697 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2354 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan