Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Mesuryak, Simbolisasi Upacara Antar Leluhur Ke Surga
BERITABALI.COM, TABANAN.
Hari Raya Kuningan yang merupakan salah satu rangkaian Hari Raya Galungan Umat Hindu di Bali jatuh setiap enam bulan sekali. Perayaan hari raya Kuningan di Banjar Bongan Gede, Kecamatan Tabanan memang agak menarik dari daerah lainya di Bali.
Setiap hari raya Kuningan atau sepuluh hari setelah hari Raya Galungan di Banjar Bongan Gede, selalu digelar tradisi mesuryak. Tradisi ini kembali digelar saat hari Raya Kuningan, Sabtu (18/12) ini.
Tradisi yang sudah turun temurun dilakukan oleh warga setempat hingga kini masih tetap dilestarikan dan dilaksanakan.
Menurut Kelihan Adat Banjar Bongan Gede, I Made Wardana, tradisi mesuryak memiliki tujuan yakni mengantar kembali leluhur pulang ke sorga. Karena sejak sepuluh hari para leluhur berada di tengah-tengah keluarga yakni tepatnya pada hari raya Galungan.
“Hari raya Kuningan ini lah, kita antar kembali para leluhur kembali ke soarga loka. Saat mengantar itu disimboliskan dengan memberikan bekal kepada leluhur berupa sejumlah uang. Uang itu kemudian diperebutkan oleh krama banjar,” jelasnya.
Ia pun tidak mengetahui kapan tradisi ini ada, namun diyakininya tradisi ini ada sejak nenek moyangnya ada.
Sebelum dilangsungkanya tradisi mesuryak, krama (warga) seperti biasa melaksanakan upacara di rumah-masing masing mulai pukul 06.00 Wita. Yang diawali dengan ngejot jerimpen ke rumah sanak saudara.
Setelah itu nunas tirta di Pura Kayangan Dalem dan Kayangan Puseh. Kemudian dilanjutkan dengan upacara pesembahyangan di merajannya masing-masing. Setelah upacara pesembahyangan usai di masing-masing merajan, maka seluruh sarana upacara seperti banten sesajen kemudian dibawa ke kori (pintu masuk halaman rumah).
Sesajen yang disimbolisasi, para leluhur itu kemudian diaturkan oleh para tetua atau pemangku. Intinya sesajen yang dibawa ke luar pintu masuk halaman rumah atau di jalan adalah simbolisasi mengantar para roh leluhur untuk pulang lagi ke sorga.
Acara pamungkas adalah bagi sanak saudara, tak lupa memberikan bekal kepada para leluhurnya berupa uang semampunya. Uang itu kemudian dilembarkan ke atas. Yang disambut dan diperebutkan oleh krama (warga) setempat.
Suasana mesuryak pun menjadi, ramai. Karena tua, muda, laki dan perempuan berebut mendapatkan uang yang disimbolisasikan untuk bekal para leluhur kembali ke sorga. (nod)
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6027 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4697 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2666 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2355 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2245 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan