Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Modal Pinjam Nenek Kini Valuasi Rp49 Triliun

Senin, 26 Desember 2022, 14:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnbcindonesia.com/Modal Pinjam Nenek Kini Valuasi Rp49 Triliun

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Brand Mixue Ice Cream & Tea kian viral. Bahkan sejumlah gerai Mixue Ice Cream & Tea selalu ramai oleh antrean para pengunjung.

Merek es krim asal Cina yang satu ini selalu menjadi incaran karena harganya yang murah-meriah. Untuk es krim cone saja, hanya dibanderol Rp8 ribuan. 

Sedangkan, beberapa varian lain harganya pun tak lebih dari Rp25 ribuan. Dia adalah Zhang Hongchao, yang mendirikan Mixue Ice Cream & Tea ketika masih berstatus sebagai mahasiswa tahun keempat, dengan modal meminjam uang ke neneknya untuk memulai bisnis pada 1997. 

Dikutip dari FoodTalks, saat itu Hongchao hanya bermodalkan uang 4.000 yuan atau sekitar Rp7 jutaan, untuk membangun bisnisnya. Setelah lulus kuliah, ia kembali ke Zhengzhou dan menemukan tempat yang tepat untuk mendirikan bisnis es serutnya. 

Semua dimulai dari gerai kecil, karena modal yang dimiliki pun cukup kecil. Bisnis Hongchao berkembang pesat. 

Ia yang semula menjual hanya es serut, es krim, dan smoothie, juga mulai menjual milk tea. Tiap hari Hongchao bisa mendapatkan 100 yuan.

Namun, bisnis tak selalu mulus. Hongchao juga pernah mengalami kegagalan hingga toko pertamanya harus ditutup. Namun, ia berhasil memulai bisnis kembali di tahun selanjutnya dengan nama Mixue Bingcheng.

Resep keberhasilan Mixue Ice Cream & Tea adalah harganya yang sangat kompetitif. Ketika toko lain menjual es krim sekitar 10 yuan, mereka hanya menjualnya dengan 2 yuan saja.

Selain di Indonesia, Mixue Ice Cream & Tea juga ada di Cina, Vietnam, Malaysia, dan termasuk Singapura. Pada 2022, Mixue telah membuka 20.000 outlet di Cina. Di luar negeri, jumlah outlet Mixue sudah melebihi 10.000 lokasi.

Tidak hanya gerai. Mixue ternyata juga mengoperasikan pabrik bahan baku sendiri termasuk 5 pusat pergudangan dan logistik regional.

Kini, valuasi seluruh bisnis Mixue diperkirakan mencapai US$3,17 miliar atau sekitar Rp49,54 triliun. Kabarnya, Mixue berencana melepas saham di Shenzhen dan menggalang US$ 918 juta (Rp14,3 miliar).(sumber: cnbcindonesia.com)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami