Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Motif Pengeroyokan Buruh Vila di Kaba-kaba Belum Terungkap, Satu Pelaku Masih Buron
BERITABALI.COM, TABANAN.
Meski pihak kepolisian telah menangkap tiga pelaku dan satu masih buron, motif pengeroyokan berdarah terhadap buruh proyek vila di Desa Kaba Kaba, Kecamatan Kediri belum terungkap.
“Tiga sudah tertangkap di kawasan Ubud, Gianyar. Satu orang masih dalam pengejaran,” ujar Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Arung Wiratama, Senin (11/9).
Soal motif, AKP Arung masih enggan memaparkan secara detail. Begitupun dengan identitas ketiga pelaku yang sudah tertangkap. Dan saat disinggung apakah pelaku yang buron tersebut merupakan pelaku utama dari pengeroyokan berdarah tersebut, Arung mengatakan pihaknya belum bisa memastikan.
“Belum bisa kami pastikan seperti itu (pelaku utama),” ujarnya.
Sementara kondisi korban Didik Haryono (28) asal Madura, Jawa Timur yang dirujuk ke RS Prof Ngoerah di Sanglah, Denpasar, saat ini belum bisa diminta keterangannya. “Kondisinya masih belum sadarkan diri,” ujarnya.
Sementara itu, dari hasil pemeriksaan sementara di lokasi kejadian, ada beberapa informasi tambahan yang menyebut sebelum kejadian, para pelaku sempat minum miras (minuman keras) tidak jauh dari lokasi kejadian.
Sebelumnya, pada Jumat, (8/9) malam, kepala wilayah Banjar Tegal Kepuh, I Putu Agus Indra Jaya mendapatkan informasi dari warga jika seorang buruh proyek atas nama Didik Haryono menjadi korban pengeroyokan. Ia pun lantas mengecek ke lokasi dan benar memdapati korban sudah mengalami luka-luka.
Selanjutnya, Agus Indra melaporkan kejadian ini ke Polsek Kediri hingga anggota Polsek ke lokasi bersama dengan ambulan milik RSUD Tabanan. Selanjutnya korban dibawa untuk mendapatkan perawatan sebelum dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah di Sanglah, Denpasar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli