Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Museum Geopark Rinjani dan Tambora Ditarget Sebelum WSBK
BERITABALI.COM, NTB.
Gubernur NTB meminta agar pembangunan Museum Geopark Rinjani dan Tambora dapat terselesaikan sebelum perhelatan World Superbike (WSBK) November 2022 mendatang.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB yang diberi tanggung jawab membangun museum tersebut menyatakan tengah mempersiapkan tim kecil yang bakal merumuskan konsep museum.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr H Aidy Furqan MPd mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan perdana dengan beberapa pihak terkait persiapan pembangunan Museum Geopark Rinjani dan Tambora.
Sampai saat ini, ia tengah mencari bentuk dan konsep pembangunan Museum Geopark Rinjani dan Tambora.
“Dalam waktu dekat, kami akan berdiskusi kembali dengan beberapa penggagas pembangunan museum tersebut,” ungkap Aidy, Kamis (28/7).
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB berencana bakal turut melibatkan beberapa ahli ilmu geologi yang didatangkan dari pemerintah pusat. Untuk membangun museum tersebut, Aidy mengaku mesti membentuk sebuah tim kecil.
“Mengenai lokasi, Pak Gubernur menginginkan Museum Geopark Rinjani dan Tambora berdiri di sekitar area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika,” terang Aidy.
Pembangunan museum di sekitar KEK Mandalika diniatkan agar wisatawan yang datang dapat mengetahui bahwa NTB memiliki dua kawasan geopark yang sempat mengguncang dunia.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB memiliki Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum NTB dan Taman Budaya NTB, kemungkinan besar kedua bangunan tersebut dapat dipergunakan dalam mewujudkan Museum Geopark Rinjani dan Tambora.
“Museumnya bakal berupa replika, lebih tepatnya seperti diorama, yang dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain,” jelas Aidy.
Menjelang WSBK 2022 dan MotoGP 2023, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB berharap Museum Geopark Rinjani dan Tambora dapat segera terselesaikan. Pembangunan museum agak sulit dan tidak dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat, Aidy dan tim berusaha memanfaatkan teknologi.
“Mengenai pendanaannya, sampai saat ini saya belum dapat memastikannya. Tapi, kami tetap berikhtiar agar pembangunan museum tersebut dapat dikategorikan sebagai upaya pemajuan kebudayaan,” pungkas Aidy.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6037 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2363 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2252 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan