Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Musim Hujan, Bencana di Karangasem Catat Kerugian Material Rp393 Juta
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem mencatat puluhan bencana dampak musim hujan yang terjadi sejak awal bulan Desember 2024 ini.
Bencana yang terjadi didominasi pohon tumbang, longsor hingga banjir bandang. Beberapa kejadian juga menimbulkan kerusakan rumah warga hingga fasilitas umum dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa dikonfirmasi, Rabu (18/12/2024) mengatakan, per tanggal 16 Desember 2024 lalu BPBD mencatat 78 kejadian dengan kerugian material yang ditimbulkan mencapai Rp393.000.000.
"Sementara itu dampak musim hujan per awal Januari 2024, kita juga masih menginventarisir kerugian dampak bencana banjir bandang di wilayah Kubu, kemarin juga proses pembersihan masih berlangsung untuk bangunan-bangunan yang terdampak endapan material sisa banjir," ungkap Arimbawa.
Terkait dengan bantuan yang diberikan, untuk masyarakat yang terdampak bencana sudah ada yang diberikan bantuan langsung berupa sembako dan perlatan lainnya serta diusulkan juga bantuan sosial tidak terencana ke Pemerintah Provinsi Bali sesuai dengan regulasi yang ada.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2311 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1934 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun