Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Negara NATO Ini Ungkap 'Syarat' Pecahnya Perang Dunia 3
BERITABALI.COM, DUNIA.
Polandia memperingatkan bahwa Perang Dunia 3 bisa saja meletus akibat Perang Rusia-Ukraina. Menurut Warsawa, ini dapat terjadi jika Kyiv benar-benar dapat ditaklukan Moskow.
Dalam sebuah konferensi pers di Jerman, Senin, (16/1/2023), Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengatakan bahwa dengan adanya ancaman ini, negara-negara NATO perlu meningkatkan bantuan persenjataannya kepada Ukraina.
Diketahui, saat ini Polandia bersama Finlandia sedang meminta persetujuan Jerman untuk mengirimkan tank Leopard 2.
"Hari ini orang Ukraina berjuang tidak hanya untuk kebebasan mereka, tetapi juga untuk mempertahankan Eropa. Saya meminta pemerintah Jerman untuk bertindak tegas dan mengirimkan semua jenis senjata ke Ukraina," desak Morawiecki, dikutip Russia Today.
"Kekalahan Ukraina bisa menjadi awal dari Perang Dunia 3, jadi hari ini tidak ada alasan untuk memblokir dukungan untuk Kyiv dan menunda masalah tanpa batas waktu."
PM Polandia juga berbicara tentang 'darah Ukraina yang ditumpahkan' untuk mencegah apa yang diklaim sebagai serangan Rusia terhadap negara-negara UE lainnya. Pekan lalu, Menteri Pertahanan Ukraina Aleksey Reznikov mengatakan negaranya telah menumpahkan darah untuk NATO, sehingga blok pimpinan Amerika Serikat (AS) itu harus memasoknya dengan senjata.
Rusia telah berulang kali memperingatkan Barat bahwa mengirim senjata ke Kyiv akan memperpanjang konflik tetapi tidak akan mengubah hasilnya. Terbaru, Moskow mengancam persenjataan yang diberikan Inggris dan Jerman sebagai target yang sah.
Kunjungan Morawiecki ke Jerman sendiri terjadi pada hari yang sama Menteri Pertahanan negara itu,Christine Lambrecht, mengkonfirmasi pengunduran diri. Berlin sendiri telah berjanji untuk memulai pengerahan baterai pertahanan udara Patriot yang dioperasikan Bundeswehr ke Polandia.
Langkah itu direncanakan setelah rudal Ukraina menghantam sebuah desa Polandia pada November, menewaskan dua warga sipil. Warsawa akhirnya harus menyanggah klaim Ukraina bahwa rudal itu milik Rusia.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4501 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2309 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1929 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1585 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun