Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 7 September 2026
Omzet Pedagang Ayam Anjlok 75 Persen
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kasus meninggalnya pasien suspect flu burung di RSUP Sanglah Denpasar langsung berdampak pada omzet penjualan daging ayam. Di Pasar Badung, Kota Denpasar, omzet penjualan pedagang daging ayam anjlok hingga 75 persen.
Pasca meninggalnya Sri Widiantari, pasien suspect flu burung kemarin sore di RSUP Sanglah Denpasar, Omzet penjualan daging ayam maupun ayam hidup menurun drastis.
Penurunan omzet ini diantaranya dialami para penjual daging ayam potong maupun penjual ayam hidup di Pasar Badung, Kota Denpasar.
Pedagang yang sebelumnya mampu menjual hingga 100 ekor ayam per hari, setelah adanya kasus dugaan flu burung hanya mampu menjual 25 ekor ayam saja saja.
Susah pak sekarang, langganan pada nggak mau beli daging ayam. Tidak tau sampai kapan akan begini,†kata salah seorang penjual ayam hidup, Wayan Padia.
Disamping sepi pembeli, kini para pedagang juga harus membeli ayam hidup dengan harga yang mahal yakni mencapai 11 ribu rupiah per ekor. Ayam yang dibeli dari peternak di Bali itu kemudian dijual seharga 12 ribu rupiah per ekornya.
Kenyataan ini tentu saja berbeda jauh dengan harga ayam yang dibeli dari Pulau Jawa. Sebelum adanya larangan unggas masuk dari Jawa ke Bali, pedagang bisa membeli seekor ayam dari Jawa mulai 5 ribu hingga 7 ribu rupiah per ekor, dan dijual kembali seharga 12 ribu rupiah. (ctg)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3204 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 691 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 656 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman