Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Padinya Diterjang Angin, Petani Jatiluwih Merugi
Beritabali.com, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Padi bali yang ditaman oleh Petani di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, roboh diterjan angin dan hujan. Padalah padi tersebut siap dipanen beberapa hari kedepan. Akibatnya Petani setempat terancam gagal penen.
Sudarma salah satu petani setempat mengatakan hujan yang menghuyur Jatiluwih sejak tiga hari lalu hingga kemarin membuat padi yang sudah menguning roboh.
Karena hujan yang deras disertai angin kencang, padi pun roboh, jelasnya.
Ia yang menjadi petani penggarap terancam menelan kerugian. Dirinya tidak bisa berbuat banyak. Kalau dipaksakan dipanen, berasnya nanti tidak bagus karena padinya sempat roboh dan terendam air.
Berasnya pasti jelek dan hancur kalau dipanen paksa karena selain belum waktunya dipanen, padi juga pernah terendam air, tambahnya.
Sementara itu Camat Penebel, Agus Hendra, yang dikonfirmasi mengakui kondisi padi petani merebah di kawasan desa wisata Jatiluwih.
Padi merebah itu hampir disepanjang jalan. Kedalamannya kurang lebih masuk sampai 30 senti meter, ujar Agus Hendra.
Ia sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Tabanan. (nod)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2349 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan