Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Pancoran Telaga Emas Bitera Dikembalikan Fungsinya Usai Proyek SPAM Tuai Sorotan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar, menuai perhatian publik.
Proyek senilai Rp97,3 juta dari APBD Gianyar 2025 ini sempat dikeluhkan warga karena dinilai mengurangi fungsi Pancoran Telaga Emas, sumber mata air bersejarah yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk mandi, berendam, dan mengambil air minum.
Keluhan warga bahkan ramai di media sosial. “Kegiatan ini bukan melestarikan, malah menghancurkan dan menghilangkan jejak peninggalan sumber mata air yang bermanfaat bagi masyarakat. Tolong kembalikan fungsi pancoran ini!” tulis salah seorang warga.
Warga mengaku kehilangan tempat mandi bersama sekaligus sumber air minum yang mudah diakses. “Sekarang tinggal satu pancoran. Bisa ambil air, tapi tidak bisa mandi seperti dulu,” ujar Wayan Laba, warga setempat, Rabu (1/10).
Keluhan senada juga disampaikan Nyoman Budiana, sopir pikap yang rutin mengambil air minum di lokasi tersebut.
Menanggapi keresahan masyarakat, Pemkab Gianyar bergerak cepat. Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, bersama tim Dinas PUPR turun langsung ke lokasi setelah keluhan warga viral. Ia mengakui kurangnya sosialisasi menyebabkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Harusnya hal sensitif seperti ini disosialisasikan lebih luas, sehingga jelas apa kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sekda memastikan langkah korektif segera dilakukan. Penyesuaian yang direncanakan antara lain menurunkan keran air yang terlalu tinggi, membongkar bagian yang dibeton agar kembali alami, serta menata ulang tampilan luar dengan sentuhan arsitektur Bali.
“Tahun depan juga akan disiapkan area permandian di sisi selatan, sehingga fungsi sosial dan budaya pancoran tetap terjaga,” tegasnya.
Dengan langkah tersebut, Pemkab Gianyar berharap proyek SPAM tidak hanya meningkatkan kualitas air bersih masyarakat, tetapi juga tetap melestarikan ruang publik tradisional yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan budaya bagi warga Bitera.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6037 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2363 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan