Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pariwisata Jadi Penopang Ekonomi Hadapi Dampak Tarif AS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa sektor pariwisata dapat menjadi alat pertahanan ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan eksternal akibat kebijakan tarif dagang dari Amerika Serikat (AS).
Hal ini disampaikan menyusul penerapan kebijakan Tarif Timbal Balik oleh Presiden AS Donald Trump terhadap sejumlah produk impor, termasuk dari Indonesia.
Menurut Menpar Widiyanti, Indonesia memiliki peluang besar menjadikan pariwisata sebagai sumber devisa utama tanpa terpengaruh oleh kebijakan perdagangan internasional.
“Ketika ekspor barang terkena tarif tinggi, kita harus melihat sektor lain yang bisa menjadi penyeimbang. Pariwisata adalah bentuk ekspor jasa yang tidak terganggu oleh kebijakan tarif dagang. Dengan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, kita dapat menjaga stabilitas Rupiah dan cadangan devisa,” ujar Menpar Widiyanti.
Lebih lanjut, Menpar mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata untuk menerapkan tiga strategi utama dalam menghadapi dinamika global:
1. Pariwisata Sebagai “Ekspor Jasa” Penyeimbang
Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, Indonesia sangat potensial menjadi tujuan wisata dunia. Namun, saat ini distribusi 13,9 juta wisatawan mancanegara masih terfokus di destinasi tertentu.
Kemenpar mendorong pelaku usaha di seluruh daerah, termasuk Bali, untuk memanfaatkan perubahan dinamika global sebagai peluang meningkatkan daya tarik destinasi. Diperlukan kesiapan infrastruktur, tenaga kerja, dan promosi yang terintegrasi agar pariwisata bisa menjadi penopang utama devisa nasional.
2. Optimalisasi UMKM & Ekonomi Lokal
Potensi pariwisata tak hanya ada di kota besar atau destinasi terkenal, tapi juga berawal dari desa. Kemenpar terus mengembangkan desa wisata dan memperkuat ekosistem UMKM lokal agar manfaat ekonomi menyebar lebih merata.
Langkah ini juga menjadi bentuk adaptasi dari dampak negatif pada sektor manufaktur akibat tarif dagang, dengan memperkuat sektor jasa berbasis lokal.
3. Fokus pada “High-Quality Tourism”
Kemenpar juga mengingatkan pentingnya mengembangkan wisata berkualitas, bukan hanya mengejar jumlah kunjungan. Pariwisata dengan pengalaman lebih eksklusif, seperti maritim, kuliner, dan wellness, terbukti lebih tahan terhadap fluktuasi global dan mendatangkan devisa lebih tinggi.
Melalui program “Pariwisata Naik Kelas”, Kemenpar ingin menjadikan Indonesia sebagai destinasi pilihan utama wisatawan kelas atas dunia.
Dengan strategi ini, Menpar Widiyanti optimistis sektor pariwisata tidak hanya akan mampu bertahan dari tekanan eksternal seperti tarif perdagangan, tetapi juga menjadi kekuatan utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah, termasuk Bali yang merupakan ikon pariwisata Indonesia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan