Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pasangan Asal Sangkar Agung Raih Juara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sebanyak 85 pasang nelayan dari seluruh Jembrana meramaikan Sungai Ijogading untuk mengikuti lomba sampan tradisional. Lomba tersebut merupakan rangakian peringatan HUT Kota Negara ke-112 dan HUT RI ke-62.
Para peserta menempuh jarak sejauh delapan kilometer yang dimulai dari Muara Desa Perancak, Kecamatan Negara, sampai dengan jantung Kota Negara.Ketua Panitia Lomba Sampan Tradisional, Ni Ketut Citrawati mengatakan, lomba tersebut bertujuan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat di sekitar tepian sungai Ijogading untuk senantiasa menjaga kebersihan sungai tersebut.
Dari lomba tersebut, pasangan I Komang Sutama dan Pariasa asal Kelurahan Sangkar Agung berhasil meraih juara I dengan catatan waktu 44,03 menit. Juara ke-II diraih oleh pasangan I Wayan Narta dan Dela asal Kelurahan Sangkaragung dengan catatan waktu 44,24 menit. Sementara juara ke-III diraih oleh pasangan Haji Musa dan Diki dari Kelurahan Loloan Timur dengan catatan waktu 46,35 menit.
Selain mendapatkan uang dan piala sebagai hadiah bagi peserta yang berhasil meraih posisi tiga besar, para peserta yang berhasil meraih posisi 10 besar, diberikan bingkisan berupa 10 kg beras.(eps)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2374 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun