Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pasca-Tembok GWK Dibongkar, KMHDI Bali Desak Akar Masalah Diusut Tuntas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pembongkaran pagar tembok di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Ungasan, Badung pada Rabu, 1 Oktober 2025, menjadi titik balik polemik yang sempat membuat warga setempat terisolasi.
Meski pemerintah telah menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan langkah tegas, sejumlah pihak menilai persoalan ini belum selesai.
Ketua PD KMHDI Bali, I Putu Dika Adi Suantara, menilai kebijakan pembongkaran patut diapresiasi, namun perlu dipastikan bukan hanya seremonial semata. Ia menekankan pentingnya keterlibatan krama desa adat dalam proses penyelesaian kasus ini.
"Komunikasi dengan Pihak Desa Adat sampai saat ini belum terjadi, dan harus segera dilakukan, menimbang Krama Desa Adat harus dilibatkan dalam Pembongkaran ini agar tepat sasaran sesuai aspirasi masyarakat," pungkas Dika.
Menurutnya, pembongkaran tembok tidak serta-merta menutup kasus. Harus ada penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran sehingga situasi ini bisa terjadi. Ia menegaskan, kasus GWK menjadi pengingat bahwa investasi harus tetap diawasi agar berjalan sesuai koridor hukum tanpa merugikan masyarakat.
PD KMHDI Bali juga mendorong pemerintah mengambil langkah strategis agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Mengingat, pembangunan berskala besar seperti GWK membutuhkan proses panjang, maka indikasi masalah sejak dini harus dicegah melalui koordinasi dan pengawasan ketat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan