Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Pekerja Migran Qatar Takut Usai Piala Dunia Rampung
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sejumlah buruh migran di Qatar merasa takut usai gelaran Piala Dunia 2022 di negara tersebut. Pemasangan Jubah Bisht untuk pemain Argentina, Lionel Messi, menjadi serangkaian tanda Piala Dunia Qatar 2022 berakhir, Minggu (18/12) malam waktu setempat.
Final Piala Dunia bertepatan dengan peringatan Hari Pekerja Migran Internasional.
"Messi, Messi, Messi," teriak pendukung Argentina di pasar tradisional Doha, Souq Waqif, seperti dikutip AFP.
Warga lain yang merayakan kemenangan Argentina adalah Rasheed. Ia mengenakan kaus bertuliskan "rights."
"Saat pertama, mereka menertawakan kita sebagai 'fans palsu'," kata dia.
Para pekerja migran dianggap fan palsu saat menonton Piala Dunia Qatar. Mereka berasal dari India, Bangladesh, Pakistan dan Nepal. Para pekerja migran ini turut membantu membangun delapan stadium di Qatar.
Selain itu, mereka juga dilaporkan tetap di stadion untuk menonton pertandingan. Menurut AFP, India menjadi salah satu negara pembeli tiket teratas.
Namun, saat final ada potret yang berbeda. Para pekerja migran boleh keluar stadion untuk merayakan kemenangan Argentina.
"Sangat jarang kami bisa keluar dan merayakan seperti ini," kata buruh migran asal India, Shafiq.
Ia kemudian berujar, "Secara normal kami semua di area zona pekerja. Kami khawatir apa yang akan terjadi setelah Piala Dunia."
Hak buruh menjadi topik hangat bagi Qatar, pengumuman tuan rumah Piala Dunia 2022 pada 12 tahun lalu.
Kelompok-kelompok HAM mengatakan jumlah korban tewas di mega proyek Qatar tak dilaporkan. Mereka juga mengutuk kondisi yang dialami para buruh migran.
Kelompok-kelompok hak asasi mendesak Qatar memberi dana khusus kepada para pekerja yang tewas dalam proyek-proyek pembangunan monumental di Qatar.
"Piala Dunia di Qatar ini memang akan diingat untuk semua alasan yang salah: sebagai acara olahraga termahal yang pernah ada dan paling mematikan," kata Minky Worden dari Human Rights Watch.
Beberapa negara sekutu terdekat Qatar juga tak sungkan membahas masalah hak buruh. Duta Besar Amerika Serikat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Linda Thomas-Greenfield membahas hak buruh saat bertemu Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani pada Minggu.
Greenfield mendorong Qatar untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap reformasi tenaga kerja dan hak asasi manusia setelah Piala Dunia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2315 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1949 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun