Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Pekerja Pariwisata Hampir Frustasi Cari Kebutuhan Sehari-hari
BERITABALI.COM, BADUNG.
Terkait dibukanya destinasi Pariwisata oleh Pemerintah, beberapa pelaku di industri pariwisata menanggapinya beragam.
Salah satunya, Ketua Indonesian Chef Association (ICA) Badan Perwakilan Cabang (BPC) Badung, I Made Suarsa. Ia menyampaikan, mengucapkan terima kasih kepada pihak Pemerintah telah membuka destinasi Pariwisata di Bali.
Harapannya selaku pekerja pariwisata, perlahan pariwisata Bali semakin bergairah meskipun di luar sana ada beberapa negara masih belum membuka pariwisatanya.
Menurutnya, dengan dibukanya industri Pariwisata di Bali akan berdampak kepada seluruh sisi kehidupan masyarakat Bali yang masih bertumpu dari sektor pariwisata.
"Kalau kita melihat jangka pendeknya dunia pariwisata sekarang memang suram, tapi saya yakin jangka panjang pastinya Bali akan menjadi destinasi pariwisata dunia yang dimiliki Indonesia tetap akan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara dan akan kembali normal seperti sebelum Covid-19 melanda," katanya, Jumat (10/9) di Badung.
Dirinya berharap kepada Pemerintah agar tidak lagi seperti beberapa bulan terakhir, buka tutup karena menurutnya, kebanyakan pekerja di pariwisata sudah hampir frustasi mencari kebutuhan sehari-hari.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4520 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2335 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun