Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pelaku Pencabulan Dikenai Sangsi Adat
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kedua pelaku pemerkosaan yakni Ngh Sum (60) dan Wyn Sut (32) dikenai sangsi adat. Keduanya telah dinyatakan melakukan ‘leteh’ (mengotori desa) di Banjar Meliling Kawan, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.
Hal ini dikemukakan oleh Kelihan adat setempat Wayan Wirya, Rabu (7/1). Dikatakannya, berdasarkan awaig-awig, pelaku dikenakan sanksi adapt untuk menggelar pecaruan. "Sanksi bisa berupa menggelar pecaruan di tingkat desa," ujar Wirya. Ditambahkan, kedua pelaku tidak menunjukkan gelagat aneh, dan rajin ngayah di banjar. Apalagi kakeknya aktif dan berkedudukan sebagai juru arah di sekaa gong banjar Meliling Kawan. Sementara itu Kapolsek Kerambitan AKP.
Ketut Suparta, SH seijin Kapolres Tabanan kemarin menduga perbuatan itu dilakukan atas kebutuhan biologis. Terlebih sang kakek, Nengah Sum (60) tidak ada pasangan hidup. Kakek Sum telah menikah sebanyak empat kali. Sementara, ayah kandung korban juga ditinggal istri pulang ke Singaraja.
Tempat yang sepi, jauh dari keramaian dan tetangga diduga menjadi peluang besar kakek dan ayah kandung ini melancurkan jurusnya. "Rumusnya kan ada niat dan kesempatan, semuanya bisa
terjadi," jelasnya. (nod)
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan