Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pelestari Burung Diimbau Waspada & Tidak Panik
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Merebaknya kasus flu burung di Bali, membuat Perhimpunan Pelestari Burung Indonesia Pusat mengirimkan surat ke Gubernur Bali, Bupati / Walikota seluruh Bali dan seluruh pengurus daerah.
Surat bernomor 005/I/UM/PBI/I/07 perihal penertiban lokasi pemeliharaan unggas dikirimkan ke Gubernur Bali dengan tujuan agar penanganan kasus flu burung ini dilakukan secara profesional dan menghimbau seluruh anggota pelestari burung untuk waspada dan tidak panik.
Surat yang ditandatangani ketua umumnya Dr. Made Sri Prana, berharap agar PBI juga diikutkan dalam gerakan pengendalian dan penanggulangan flu burung sebagai mitra pemerintah daerah.
Made Budi Darma, sekretaris PBI Cabang Jembrana menyampaikan kasus flu burung ini cukup berdampak pada penggemar burung kicauan.
Mereka khawatir aksi pemusnahan yang dilakukan secara membabi buta, sehingga burung kicauan yang investasinya cukup mahal ini terancam turut dimusnahkan.
Made Budi juga mendukung langkah pemerintah untuk lebih memperhatikan masalah kesehatan unggas dan lingkungannya.
"Penggemar burung justru lebih perhatian terhadap kesehatan burung, investasinya saja sudah mahal, jadi ngurusnya lebih bagus", ujarnya. (gus)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2240 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2010 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1926 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun