Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pemilik Ubud Village Dilaporkan Ke Komnas HAM
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Lantaran ongkos tukang tak dibayar oleh pemilik villa Ubud Village And Spa, Pengosekan, Ubud, Senin (3/9) kemarin sejumlah tukang bangunan tersebut protes dan mengadukan masalah ini ke Komnas HAM Bali untuk meminta perlindungan hak asasi mereka yang terabaikan.
Demikian terungkap ketika Ngajiman, salah satu tukang bangunan yang mengerjakan kolam renang di villa tersebut.
Ngajiman membeberkan aib pemilik Villa, Pande Ketut Agus Wiayasa yang sampai saat ini tak membayar ongkos pengerjaan bangunan sejak tahun 2005 lalu itu sebesar Rp. 120.139.987,00“ Penagihan sudah dilakukan sampai beberapa kali, namun sampai saat ini kami belum mendapatkan hasil.
Kami merasa dikebiri dalam hal ini, untuk itu kami melaporkan masalah ini ke Komnas HAM, “ bebernya.
Bukan hanya Ngajiman, rekannya yang lain juga bernasib sama. Seperti hal-nya Hermanto, yang dirugikan sebesar Rp 170 Juta, kemudian Agus Supomo sebesar Rp 70 Juta, serta Ribul Hadiyanto sejumlah Rp 7 Juta lebih, yang juga dengan kompak melaporkan masalah tersebut ke Komnas HAM.
“ Kami sudah melayangkan surat ke Komnas HAM Bali, mudah-mudahan ditindaklanjuti, “ harapnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2323 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun