Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Pemimpin Dunia Respons Gencatan Senjata Israel-Hizbullah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Para pemimpin dunia merespons gencatan senjata Israel dan Hizbullah. Gencatan senjata berlaku mulai Rabu (27/11) pagi waktu setempat.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut, gencatan senjata akan melindungi Israel dari ancaman Hizbullah yang didukung Iran dan menciptakan kondisi 'ketenangan abagi'.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron menjelang gencatan senjata mulai berlaku.
"Pengumuman hari ini akan menghentikan pertempuran di Lebanon dan mengamankan Israel dari ancaman Hizbullah dan organisasi teroris lain yang beroperasi di Lebanon," ujarnya, melansir AFP.
Macron juga berpendapat, seharusnya gencatan senjata di Lebanon bisa membuka jalan untuk mengakhiri perang di Gaza.
AS dan Prancis akan bekerja untuk memastikan aturan gencatan senjata dilaksanakan sepenuhnya.
Iran, sebagai pendukung Hizbullah dan Hamas, menyambut baik berakhirnya agresi Israel di Lebanon.
"Menyambut baik berita berakhirnya agresi Israel terhadap Lebanon," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei. Ia juga menekankan dukungan Iran terhadap pemerintah, negara, dan perlawanan Lebanon.
Dukungan yang sama juga disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning.
"Kami mendukung semua upaya yang kondusif untuk meredakan ketegangan dan mencapai perdamaian serta menyambut baik kesepakatan yang dicapai oleh pihak-pihak terkait mengenai gencatan senjata," ujar Ning.
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menyebut gencatan senjata tersebut sebagai harapan bagi seluruh kawasan.
"Orang-orang di kedua sisi perbatasan ingin hidup dalam aman," ujar Baerbock. Ia juga menyebut gencatan senjata tersebut sebagai keberhasilan diplomasi.
Sementara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan, gencatan senjata tersebut bisa meringankan penduduk sipil di Israel dan Lebanon. Ia juga mengusulkan agar gencatan senjata diubah menjadi 'solusi politik yang langgeng di Lebanon'.
Starmer berjanji untuk berada di 'garis depan' untuk memutus siklus konflik di Timur Tengah. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2571 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan