Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Pemimpin Dunia Respons Gencatan Senjata Israel-Hizbullah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Para pemimpin dunia merespons gencatan senjata Israel dan Hizbullah. Gencatan senjata berlaku mulai Rabu (27/11) pagi waktu setempat.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut, gencatan senjata akan melindungi Israel dari ancaman Hizbullah yang didukung Iran dan menciptakan kondisi 'ketenangan abagi'.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron menjelang gencatan senjata mulai berlaku.
"Pengumuman hari ini akan menghentikan pertempuran di Lebanon dan mengamankan Israel dari ancaman Hizbullah dan organisasi teroris lain yang beroperasi di Lebanon," ujarnya, melansir AFP.
Macron juga berpendapat, seharusnya gencatan senjata di Lebanon bisa membuka jalan untuk mengakhiri perang di Gaza.
AS dan Prancis akan bekerja untuk memastikan aturan gencatan senjata dilaksanakan sepenuhnya.
Iran, sebagai pendukung Hizbullah dan Hamas, menyambut baik berakhirnya agresi Israel di Lebanon.
"Menyambut baik berita berakhirnya agresi Israel terhadap Lebanon," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei. Ia juga menekankan dukungan Iran terhadap pemerintah, negara, dan perlawanan Lebanon.
Dukungan yang sama juga disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning.
"Kami mendukung semua upaya yang kondusif untuk meredakan ketegangan dan mencapai perdamaian serta menyambut baik kesepakatan yang dicapai oleh pihak-pihak terkait mengenai gencatan senjata," ujar Ning.
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menyebut gencatan senjata tersebut sebagai harapan bagi seluruh kawasan.
"Orang-orang di kedua sisi perbatasan ingin hidup dalam aman," ujar Baerbock. Ia juga menyebut gencatan senjata tersebut sebagai keberhasilan diplomasi.
Sementara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan, gencatan senjata tersebut bisa meringankan penduduk sipil di Israel dan Lebanon. Ia juga mengusulkan agar gencatan senjata diubah menjadi 'solusi politik yang langgeng di Lebanon'.
Starmer berjanji untuk berada di 'garis depan' untuk memutus siklus konflik di Timur Tengah. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1944 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1699 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1569 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun