Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 8 September 2026
Pemkot Gelar Lomba PSN Antar Banjar
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam suasana menjelang peringatan HUT Kota Denpasar ke-16 yang memasuki hari ke 33, Pemkot Denpasar menggelar Lomba Kebersihan dan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) antar banjar se-kota Denpasar.
Ketua Tim Penilai Dr. Luh Sri Armini saat ditemui Senin (3/12) di ruang kerjanya mengatakan, lomba Kebersihan dan PSN pada prinsipnya bertujuan untuk mengubah prilaku masyarakat agar selalu hidup bersih dan sehat. Salah satunya adalah dengan mengajak masyarakat melakukan gerakan kebersihan secara rutin, serta mengontrol tempat-tempat yang memungkinkan nyamuk Aedes Aegypti untuk berkembang biak dalam mencegah mewabahnya penyakit Demam Berdarah.
“Selain lingkungan, benda-benda yang menampung air juga perlu diperhatikan. Benda-benda tersebut antara lain kaleng bekas, bak mandi, kulkas, kantong-kantong plastik, pas bunga, tempayan dan lain-lain,†ujarnya seraya mengingatkan bahwa kasus ini (berkembang biaknya jentik, red) tak dapat dihindari dan merupakan siklus tahunan tepatnya di musim hujan tiba.
Yang bisa kita lakukan adalah menekan munculnya kasus ini melalui gerakan 3 M yaitu Menguras, Menutup dan Menimbun. Dari empat Kecamatan yang kita sasar, Denpasar Barat jumlah banjarnya paling banyak yaitu 112 banjar/lingkungan, disusul Denpasar Selatan 105 banjar/lingkungan, Denpasar Utara 98 banjar/lingkungan dan Denpasar Timur 85 banjar/lingkungan.
Dalam penilaian Lomba Kebersihan dan PSN antar banjar kali ini, panitia juga menginstruksikan kepada setiap anggota Tim, bahwa lomba ini tidak sebatas menilai kebersihan lingkungan itu sendiri, akan tetapi juga memberikan pembinaan kepada masyarakat agar lebih sadar tentang arti penting menjaga lingkungan.
Komponen-komponen yang dinilai antara lain, lingkungan perumahan, jalan dan gang, pasar/warung/kios dan aktifitas PSN Dasa Wisma melalui Jumantik (Juru Pemantau Jentik) yang ada dimasing-masing desa atau kelurahan.
Made Gd. Sudiarta, SE selaku koordinator TIM di wilayah Denpasar Barat mengatakan, bahwa hal yang lebih penting adalah aktifitas para Jumantik yang rajin mengontrol kerumah-rumah warganya.
“Selain partisipasi dan kesadaran masyarakat, petugas Jumantik ini sangat berperan dan menjadi bagian penting dalam menekan munculnya kasus DB di Kota Denpasar,†ungkapnya. (adv*)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3214 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 715 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 663 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman