Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pemusnahan Unggas Massal Tegal Badeng Timur
Tegal Badeng
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Munculnya satu titik wabah baru di Desa Tegal Badeng Timur direspon cepat oleh Dinas Perikanan Kehutanan dan Kelautan (Perkutut) Pemkab Jembrana. Hari ini (17/8) dilakukan pemusnahan unggas dalam radius 1 km.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Kabid Peternakan Dinas Perikanan Kehutanan dan Kelautan (Perkutut) Pemkab Jembrana, Drh. I Nyoman Suastika menyampaikan bahwa memang benar ditemukan unggas mati mendadak di Desa Tegal Badeng Timur, tepatnya di rumah Heri. Setelah dilakukan Rapid Tes positif mengidap virus flu burung.
Staf Bidang Peternakan dari Dinas Perkutut, Drh Adi Adnyana ketika ditemui Beritabali.com di Kantor Desa Tegal Badeng Timur menyampaikan,
hari ini sedang dilakukan pemusnahan unggas di 2 tempat, yaitu di Tegal Badeng Timur dan Sebual.
Saat berita ini di-online-kan, pemusnahan unggas sedang berlangsung, dari 50 relawan yang sebelumnya mendaftar, hanya 15 orang yang akhir benar-benar ikut membantu petugas.
Selain petugas dari Dinas Perkutut tampak pula petugas dari Dinas Kesehatan Sosial yang melakukan pengecekan terhadap kesehatan warga. Hingga kini belum ditemukan warga yang menderita sakit. (gus)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2374 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun