Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Penjual Bendera Mulai Marak di Jembrana
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Menjelang peringatan hari Kemerdekaan RI ke-66, penjual bendera merah-putih mulai menjamur di sepanjang jalan dalam Kota Negara.
Bendera yang dijual pun terdiri dari berbagai ukuran. Namun untuk bendera ukuran mini yang biasa dipasang di kendaraan, dibandrol dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu.
Zulkarnain (45), pedagang asal Tasik Malaya Bandung ini mengatakan, bendera mini tersebut dijual dengan harga bervariasi mulai Rp 10 sampai Rp 12 ribu. Sedangkan untuk bendera ukuran sedang dibandrol 20 ribu, untuk umbul-umbul dibandrol Rp 15 ribu.
Menurutnya, keuntungannya berjualan bendera ini cukup menjanjikan. Sehari dagangannya bisa laku 20 bendera. Dengan keuntungan Rp 80 ribu.
“Pokoknya cukup lah untuk membeli makanan,” ujar Zulkaranian.
Sementara salah satu pembeli bendera mengatakan, untuk harga sebuah bendera Rp 20 ribu, menurutnya tidak begitu mahal.
"saya membeli duah buah bendera, harganyapun saya rasa tidak begitu mahal," kata Mulyartini asal Munduk Kendung ini.
Berbagai strategi telah diterapkan para penjual bendera dan pernak-pernik merah putih tersebut. Mulai dengan menggelar dagangannya di trotoar hingga jemput bola yakni menghampiri para pemakai jalan yang sedang berhenti di lampu merah. Biasanya tujuh hari menjelang hari 17 agustus pembeli bendera akan mulai ramai.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6037 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2363 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2252 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan