Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Penyelundupan Unggas Ganti Strategi
Beritabali.com, Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Moment hari raya Galungan rupanya diincar oleh oknum penyelundup unggas via Pelabuhan Gilimanuk. Pasalnya, saat hari raya umat Hindu itu, kebutuhan unggas meningkat drastis sehingga terjadi lonjakan harga unggas. Untuk memuluskan aksinya menangguk laba yang lebih besar, penyelundup unggas tersebut mengubah strateginya.
Dari informasi yang dihimpun, setelah seringnya terbongkar aksi penyelundupan unggas dengan menumpangkannya pada kendaraan barang atau disembunyikan dalam bagasi bus, penyelundup unggas memilih merubah strateginya.
Penyeludupan unggas tidak dilakukan secara sekaligus namun dipisah-pisah dengan ditempatkan dalam kaping yang berisi 20-25 ekor unggas agar tidak kentara.
Setelah keluar dari kapal, pelaku penyelundupan, menyewa oknum ojek untuk membawa unggas itu keluar pelabuhan untuk mengangkut kaping-kaping unggas tersebut satu persatu.
Lalu, kaping-kaping berisi unggas tersebut dikumpulkan di lokasi yang aman kemudian setelah semuanya terkumpul, barulah diangkut mobil untuk dibawa ke tempat tujuanya.
Penanggung jawab KPT Wilker Gilimanuk, Drh. I Ketut Sonen, seizin Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, I Ketut Diarmita ketika dikonfirmasi Rabu (7/10) mengatakan untuk mengantisipasi penyelundupan unggas tersebut, pihaknya tetap akan melibatkan instansi terkait, utamanya KP3 Laut Gilimanuk dengan meningkatkan pengawasan terhadap semua kendaraan yang masuk Bali.
Informasi yang menyatakan kalau unggas selundupan diloloskan oleh oknum tukang ojek, kita akan tindaklajuti dengan pengawasan yang lebih intensif. Jika informasi itu benar adanya, kita akan proses, tandasnya.
Selain itu, Sonen juga meminta bantuan masyarakat untuk mengamankan Bali dari wabah flu burung dengan memberikan informasi jika melihat ada penyelundupan unggas melalui Pelabuhan Gilimanuk.
Terkait melonjaknya kebutuhan unggas saat Galungan, Sonen tetap menegaskan lantaran unggas tersebut termasuk hewan dilarang masuk Bali sesuai Pergub nomor 44 tahun 2005, UU Nomor 16 Tahun 1992 dan PP Nomor 82 Tahun 2000, maka pihaknya tidak akan memberikan toleransi. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2308 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan