Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Perkampungan Pemulung Ludes Terbakar
Suwung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Si jago merah hari ini mengamuk di perkampungan pemulung di TPA Suwung, Denpasar. Sedikitnya 21 KK kehilangan tempat tinggal. Malam ini mereka masih menginap di lokasi menunggu bantuan datang.
Kebakaran di lokasi pembuangan akhir (TPA) Suwung, Denpasar Selatan diketahui sekitar pukul 07.00 Wita. Belum diketahui penyebab terbakarnya pemukiman. Namun dari informasi yang dihimpun, kebakaran diduga akibat kompor yang sedang menyala.
Ketika minyak kompor habis, kompor langsung meledak. Api secepat kilat meluluh-lantakkan perkampungan pemulung.
“Tercatat 21 KK kehilangan tempat tinggal. Rumah saya juga terbakar habis,” kata Suwito (35).
Belum diketahui berapa jumlah kerugian dari kebakaran tersebut. Namun dari telisik di lapangan, kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Selain menghanguskan 21 KK, api juga nyaris menelan korban jiwa. Dua penghuni rumah, Sumarwi (17) dan Paman (45) mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Saat berusaha memadamkan api yang menghanguskan rumahnya. Kedua korban kini dirawat intensif di RSUP Sanglah.
Sementara itu, Kapolsek Densel AKP Gde Ganefo kepada Beritabali.com mengatakan, diduga penyebab kebakaran karena kompor.
”Mungkin kompor yang meledak karena kehabisan bakar bakar. Tetapi untuk memastikan, kita masih menunggu hasil tim labfor,” kata Kapolsek AKP Gde Ganefo. (Spy)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan