Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Polisi Ditemukan Tewas Usai Kejang di Kos Delod Berawah
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seorang anggota Polri, Brigadir I Made SK, ditemukan kejang di sebuah kamar kos di Banjar Tunjung, Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Minggu (10/5/2026) malam. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas I Mendoyo, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban sebelumnya menjalankan tugas siang di Polsek Negara. Saat bertugas, korban mengeluhkan sakit kepala dan meminta izin untuk pulang guna beristirahat.
Setibanya di kamar kos, kondisi korban disebut tidak kunjung membaik. Menjelang malam, korban sempat mencari pengobatan ke dokter praktik di wilayah Tegalcangkring. Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui mengalami tekanan darah tinggi dan diberikan obat penurun tekanan darah serta parasetamol.
Usai kembali ke kos, korban meminum obat dan beristirahat. Namun beberapa menit kemudian, seorang saksi mengecek kondisi korban setelah mendengar keluhan sakit kepala. Saat pintu kamar dibuka, korban ditemukan dalam kondisi kejang dengan busa keluar dari area mulut dan hidung.
Rekan korban kemudian dipanggil untuk memberikan pertolongan sebelum korban dibawa menuju Puskesmas I Mendoyo.
Kasat Reskrim Polres Jembrana, I Gede Alit Darmana membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menjelaskan kondisi korban saat petugas tiba di lokasi.
“Kami dapat informasi ada anggota yang ditemukan kejang di kamar kos. Tim langsung turun melakukan pengecekan serta olah TKP. Dari pemeriksaan awal, kondisi korban mengarah pada serangan jantung,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan proses evakuasi korban. “Korban dibawa ke puskesmas, tetapi saat tiba di sana sudah tidak tertolong. Tidak ada tanda kekerasan. Sejak siang korban sudah mengeluh sakit dan kondisinya menurun,” tambahnya.
Sementara itu, Perbekel Delod Berawah, I Made Rentana mengaku terkejut setelah mengetahui korban tinggal di wilayahnya.
“Saya baru tahu setelah kejadian. Korban tidak pernah terlihat berbaur dengan warga, jadi kami tidak menyadari dia tinggal di kos itu,” ucapnya.
Ia juga menggambarkan aktivitas korban selama tinggal di lokasi tersebut. “Warga juga jarang melihat aktivitasnya. Biasanya langsung masuk kamar begitu sampai di kos,” ujar Rentana.
Hingga kini, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Garis polisi telah dipasang di lokasi kejadian dan olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5677 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2527 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2191 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan