Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Puluhan Pasien Dirawat Tim Medis Khusus
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penyakit demam berdarah mulai ‘menyerang’ Kabupaten Buleleng, bahkan puluhan pasien akibat gigitan nyamuk aides agepty itu menjalani perawatan oleh Tim Medis Khusus di RSUD Kabupaten Buleleng, demikian juga di sejumlah Rumah Sakit Swasta di Singaraja, beberapa diantaranya terpaksa merujuk pasien DB (demam berdarah) tersebut ke RSUD Buleleng untuk mendapat penangganan serius.
“pasien yang datang ke rumah sakit, gejala awalnya panas tinggi, setelah kita periksa dan lakukan tes darah, hasilnya positif terkena demam berdarah sehingga kita lakukan perawatan secara khusus,” ungkap Direktur RSUD Kabupaten Buleleng, dr. Nyoman Mardana.
Hingga Rabu (23/1) RSUD Kabupaten Buleleng selama bulan Januari ini telah merawat 27 Pasien DB, “sebagian besar pasien yang terkena demam berdarah yang dirawat anak-anak, namun beberapa diantaranya ada orang dewasa, hingga sekarang kita masih merawat 9 pasien yang ditempatkan secara khusus“ papar Mardana.
Dalam penangganan pasien DB di RSUD Kabupaten Buleleng, menurut Direktur RSUD Buleleng, dr, Mardana telah dibentuk Tim Medis secara khusus yang terdiri dari dokter spesialis anak, penyakit dalam dan dokter yang bertugas di UGD, sehingga keberadaan tim ini mampu memberikan perawatan khusus terhadap pasien DB.
Dijelaskan, Direktur RSUD Buleleng Nyoman Mardana, penyakit demam berdarah yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes agepty itu sangat cepat berkembang, terlebih lagi saat kondisi hujan yang mengakibatkan tertampungnya air cukup lama.“Biasanya lokasi paling subur bagi nyamuk penyebab DB itu ada pada genangan air bersih, terkadang, halaman kita bersih, sementara di tetangga ada jentik nyamuk penyebab DB, bisa jadi kita ikut kena,” papar Mardana.
Kondisi seperti itu nampaknya dialami Anak Agung Darmada, warga Kelurahan Banyuasri Kecamatan Buleleng, dimana kedua cucunya Agung Ngurah Wiryadi, (16) dan Ayu Indah Febriantari, (7) menjalani rawat inap di RSUD Buleleng akibat DB, “kalau pekarangan di rumah bersih, tapi ini sampai dua cucu saya yang kena, saya jadi curiga di tempat lain kena, karena di sekolahnya kebetulan daerah endemik DB,” ucapnya. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2636 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2287 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan