Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Puluhan Perbekel "Jalan-Jalan" Ke Batam
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seluruh perbekel dan Lurah di Jembrana, Kamis (20/11) rencananya diberangkatkan ke Batam untuk melihat langsung kondisi lapangan pekerjaan di daerah tersebut agar dapat memberikan informasi yang benar kepada warganya terkait pengiriman tenaga kerja wanita ke pulau tersebut.
Beberapa perbekel kepada Beritabali.com, Senin (17/11) membenarkan kalau dirinya akan berangkat ke Batam, Kamis (20/11) mendatang. "Memang benar kami mau study banding ke Batam selama 4 hari 3 malam," ujar salah seorang perbekel.
Dirinya membantah kalau seluruh rombongan akan menyeberang sampai ke Singapura lantaran masing-masing perbekel dan lurah ini memiliki paspor.
"Tidak ada rencana menyeberang ke Singapura. Kalau kepemilikan paspor kan boleh-boleh saja. Kalau paspor yang saya miliki itu sudah lama saat saya berangkat ke Malaysia tahun lalu," kelitnya.
Ketua Forum Komunikasi Perbekel dan Lurah (FKPL) Jembrana, I Nyoman Darna, Senin (17/11) juga membantah kalau kepergian para perbekel dan lurah tersebut nyasar sampai ke Singapura.
"Study banding ini merupakan salah satu program kerja kami di FKPL. Study banding tidak sampai ke Singapura, hanya sampai di Batam saja. Tujuannya untuk melihat keadaan di Batam tempat pengiriman tenaga kerja wanita asal Jembrana," terangnya.
Sementara itu Wakil Bupati Jembrana, Putu Artha ketika dikonfirmasi terpisah, Senin (17/11) juga membantah kalau kepergian para perbekel ke Batam itu untuk jalan-jalan atau plesiran. "Bukan plesiran tapi studi banding, untuk melihat bagaimana tenaga kerja dari Jembrana bekerja di Batam. Selama ini image di masyarakat, tenaga kerja wanita yang kita kirim bekerja di Batam dipekerjakan di tempat yang tidak benar," jelasnya.
Lanjutnya, dengan perbekel dan lurah tersebut melihat langsung ke Batam, maka para perbekel dan lurah akan mengetahui yang sebenarnya. "Mereka bisa melihat langsung warganya yang sudah dikirim bekerja ke Batam, bekerja sebagai apa. Setelah itu, para perbekel dan lurah ini akan bisa mensosialisasikan kepada warganya tentang program pengiriman tenaga kerja ke Batam sehingga peminat untuk bekerja ke Batam lebih tinggi lagi," terangnya.
Adanya indikasi para perbekel dan lurah ini pergi ke Singapura, menurut Artha, pihaknya tidak ada menganggarkan untuk itu. "Yang dianggarkan hanya studi banding ke Batam saja," tandasnya. Jika nantinya ada perbekel dan lurah tersebut menyeberang ke Singapura, lanjut Artha, itu artinya atas biaya pribadi. "Mungkin kalau ada yang ingin secara pribadi pergi ke Singapura karena dekat, ya silahkan saja, mereka yang harus menanggung biayanya sendiri, " kata Artha.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5880 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan