Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Pusat Finansial Internasional Bali Berdiri di KEK Baru, Bukan di KEK Sanur atau Kura-Kura Bali
bbn/net/Pusat Finansial Internasional Bali Berdiri di KEK Baru, Bukan di KEK Sanur atau Kura-Kura Bali.
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemerintah terus mematangkan rencana menjadikan Bali sebagai lokasi Indonesia Financial Centre (IFC) atau Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Langkah tersebut diiringi dengan penyusunan landasan hukum berupa undang-undang yang kini sedang dibahas bersama DPR RI.
Keberadaan pusat finansial internasional itu diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi global sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai pusat ekonomi dan jasa berkelas internasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan proses penyusunan regulasi terus berjalan dan diharapkan dapat segera diselesaikan agar implementasi proyek dapat dipercepat.
"Kita sedang berdiskusi dengan parlemen harapannya tidak terlalu lama lah kita bahas undang-undang ini," katanya kepada CNBC Indonesia dalam Economic Update 2026, dikutip Selasa (30/6/2026).
Baca juga:
Airlangga Pastikan Bali Jadi Lokasi Pusat Finansial, Kura Kura Bali dan KEK Sanur Disiapkan
Menurut Airlangga, kawasan Indonesia Financial Centre akan dibangun di Bali sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang baru. Lokasi tersebut akan berdiri secara mandiri dan tidak menjadi bagian dari KEK yang telah lebih dulu beroperasi, yakni KEK Kura-Kura Bali maupun KEK Sanur.
"Jadi tentu dari segi lokasi dari pemerintah melihat dan sesuai arahan Bapak Presiden, Bali dijadikan wilayah untuk special economic zone daripada financial center tersebut," ujar Airlangga.
Ia menegaskan pemerintah telah menyiapkan lokasi baru yang secara khusus diperuntukkan bagi pengembangan pusat finansial internasional."Tidak dua-duanya tetapi ada sebuah lokasi baru untuk financial center," katanya.
Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan PFII dirancang menggunakan regulasi yang kompetitif agar mampu bersaing dengan berbagai pusat keuangan dunia. Salah satu strategi yang dipersiapkan adalah pemberian insentif perpajakan yang dinilai sangat menarik, bahkan berpotensi mencapai tarif 0 persen seperti yang diterapkan sejumlah pusat finansial internasional, termasuk Dubai dan Singapura.
Pemerintah meyakini keberadaan pusat finansial internasional akan menjadi motor baru dalam meningkatkan arus investasi ke Indonesia.
"Kalau kita sekarang dengan tradisional investasi kan satu tahun kira-kira Rp2.200 triliun untuk investasi. Tapi bandingkan dengan negara Singapura mereka bisa menarik investasi terkait dengan financial center mereka naiknya berkali-kali lipat. Begitu juga di Dubai, investasinya per tahun bisa mencapai US$800 miliar," ungkapnya saat ditemui pewarta di kantornya, Jakarta, dikutip Selasa (24/6/2026).
Sementara itu, perkembangan kawasan ekonomi khusus di Bali juga menunjukkan tren positif. Hingga kuartal I 2026, KEK Kura-Kura Bali telah mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.146 orang.
Di sisi lain, KEK Sanur membukukan realisasi investasi kumulatif sebesar Rp5,37 triliun hingga kuartal I 2026. Kawasan tersebut juga telah menyerap 5.444 tenaga kerja dan mencatat kunjungan sebanyak 279.804 wisatawan.
Rencana pembentukan Indonesia Financial Centre di Bali diharapkan dapat melengkapi ekosistem investasi yang telah berkembang melalui sejumlah kawasan ekonomi khusus. Dengan dukungan regulasi yang kompetitif, pemerintah menargetkan Bali tidak hanya menjadi destinasi pariwisata kelas dunia, tetapi juga tumbuh sebagai pusat layanan keuangan internasional di kawasan Asia. (sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5663 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2520 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2186 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan