Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Rai Mantra Soroti Menu MBG di Buleleng Terlalu Monoton
BERITABALI.COM, BULELENG.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng.
Ia menilai menu yang disajikan di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih terlalu monoton dan perlu dibuat lebih bervariasi dengan mengutamakan bahan baku lokal.
Hal tersebut disampaikan Rai Mantra saat berkunjung ke SPPG Desa Pemaron, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Senin (13/10).
"Untuk di wilayah Buleleng Timur antusias masyarakat dengan MBG ini sangat tinggi. Tapi siswa minta agar menunya jangan monoton," katanya.
Mantan Wali Kota Denpasar itu menjelaskan, selama kunjungannya ke beberapa SPPG dan sekolah penerima manfaat di wilayah Tejakula, Banjar, Sawan, dan Buleleng, dirinya menemukan adanya keluhan dari siswa yang merasa bosan karena menu yang disajikan sama setiap harinya.
Selain soal variasi menu, Rai Mantra juga menyoroti pentingnya aspek keamanan pangan dalam program MBG. Ia menegaskan perlunya pengawasan ketat oleh BPOM, Kepala Daerah, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan, untuk mencegah terjadinya kasus keracunan akibat makanan basi atau tidak layak konsumsi.
"Jadi setiap pengiriman, ada testernya. Sehingga sebelum makanan diberikan kepada siswa, di tes dulu, layak atau tidak. Setidaknya untuk meminimalisir kasus keracunan. Insiden ratenya kecil," ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Buleleng Badan Gizi Nasional, Rusdianto, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 14 SPPG yang tersebar di Buleleng, dengan total 31 ribu penerima manfaat program MBG.
Menanggapi keluhan soal menu yang monoton, pihaknya berencana membuat buku panduan menu harian bagi para penyedia makanan.
"Buku itu berisi menu yang menjadi favorit anak-anak, dengan mengedepankan menu lokal seperti siobak, sate, lontong, atau lalapan. Juga sekaligus jadi solusi, agar makanannya habis disantap. Karena MBG sukses dilaksanakan bila makanannya habis dimakan, bukan terbuang," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2651 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2309 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan