Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Raksasa Internet Bergabung Lawan Konten Terorisme
Jumat, 30 Juni 2017,
13:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Brussels. Facebook, YouTube, Twitter, dan Microsoft sepakat membentuk kelompok kerja global untuk memaksimalkan usaha menghapus konten terorisme dari platform mereka.
Merespon tekanan dari pemerintahan Eropa dan AS setelah serangan militan, para raksasa internet itu mengatakan ingin membagikan solusi teknis untuk menghapus konten terorisme, komisi penelitian untuk menginformasikan usaha mereka melawan terorisme serta bekerja dengan lebih banyak pakar antiterorisme.
[pilihan-redaksi]
"Global Internet Forum to Counter Terrorism akan menyusun, membuat struktur yang ada serta area kolaborasi antara perusahaan-perusahaan kami dan menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi yang lebih kecil, masyarakat sipil, akademik, pemerintah serta badan supra-nasional seperti Uni Eropa dan PBB," kata mereka dalam keterangan tertulis seperti dilansir Reuters.
Para raksasa internet itu akan memperbaiki pekerjaan teknis mereka seperti database bersama untuk membagikan sidik jari digital uang secara otomatis menentukak video atu foto berisi konten ekstrim.
Mereka juga akan mencoba teknik deteksi konten menggunakan machine learning sekaligus menetapkan 'transparansi standar dalam metode pelaporan untuk menghapus konten terorisme'.
Awal Juni lalu, Facebook terbuka terhadap usaha mereka menghapus konten terorisme untuk menjawab kritik dari politikus yang menyatakan perusahaan teknologi tidak cukup berusaha menghentikan kelompok militan menggunakan platform mereka sebagai alat propaganda dan merekrut anggota.
Google juga telah mengumumkan tambahan kebijakan untuk mengidentifikasi dan menghapus konten teroris atau kekerasan dalam platform berbagi video YouTube.
Twitter telah menangguhkan 376.890 akun terkait kekerasan yang mempromosikan terorisme pada pertengahan kedua 2016 dan akan memberikan informasi terbaru mengenai melawan konten ekstrim di platform mereka dalam Laporan Transparansi mendatang. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2342 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026