Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Ratusan Anak Putus Sekolah
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Meskipun sudah membebaskan biaya pendidikan hingga tingkat SMA, ternyata masih terdapat masyarakat yang enggan menyekolahkan anaknya karena himpitan ekonomi. Akibat faktor ekonomi, ratusan anak sekolah di Kabupaten Jembrana tidak mampu melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
Dari data yang berhasil dihimpun Beritabali.com, hingga saat ini terdapat sekitar 208 anak tidak mampu mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dan terpaksa putus sekolah. Di salah satu SMP negeri di Melaya misalnya, terdapat lebih dari 20 orang siswa yang belum mendaftar ulang meskipun sudah diterima di sekolah tersebut.
Menanggapi hal ini, Bupati Jembrana, Prof. Dr. I Gede Winasa mengatakan akan mendata jumlah anak yang putus sekolah dan langsung menemui orangtuanya. Selain itu Pemkab juga akan memfasilitasi anak putus sekolah dengan memberikan alat transportasi, seragam, hingga uang saku.
Kendala apa pun yang menjadi hambatannya, kami akan fasilitasi. Kalau kesulitan transportasi, kami akan memfasilitasi uang angkutan atau memberikan sepeda gayung. Bahkan kami siap memberikan uang saku agar mereka mau bersekolah lagi,†tegas Winasa.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3874 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2142 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2008 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1920 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1784 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun