Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Ratusan Pengusaha Kerajinan Perak Gulung Tikar
Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ratusan pengusahan kerajinan perak di Bali menghentikan sementara seluruh kegiatannya akibat mahalnya harga bahan baku pasca kenaikan harga BBM. Dimana harga bahan baku perak saat ini mencapai Rp. 5.600.000/kilogram padahal sebelumnya hanya mencapai Rp. 4.000.000/kilogram.
Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Kerajinan Perak Bali dari sekitar 300 pengusaha kerajinan perak yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Kerajinan Perak Bali, sekitar 60 persen diantaranya mengalami mati suri.
Ketua Asosiasi Pengusaha Kerajinan Perak Bali Wayan Mudita dalam keteranganya di Sanur (11/6) menyatakan mati surinya sebagian besar usaha kerajinan perak di Bali tidak hanya karena kenaikan harga bahan baku semata, tetapi juga akibat menurunya daya beli di tingkat lokal.
Muditha berharap pemerintah memberikan bantuan dalam bentuk kredit tanpa anggunan (KTA). “Kalau diberikan bantuan dengan KTA dengan waktu 3 tahun, kan sangat berguna bagi pengerajin sehingga bisa meninvestasikan lagi di barang terutama bahan baku,” tegas Mudita.
Muditha menyebutkan pada dasarnya potensi ekspor kerajinan perak Bali cukup tinggi terutama ke negara-negara Eropa dan Amerika. Namun potensi tersebut tidak tergarap akibat mahalnya bahan baku. (mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan