Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Revitalisasi Pasar Umum Negara, Jembrana Belajar Managemen Pasar di Pasar Beringharjo
beritabali/ist/Revitalisasi Pasar Umum Negara, Jembrana Belajar Managemen Pasar di Pasar Beringharjo.
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rencana Revitalisasi Pasar Umum Negara, Pemkab Jembrana melalui Humas Protokol Pimpinan (Humprokopim) melaksanakan studi tiru ke Pasar Bringharjo Yogyakarta dipimpin oleh Kasubag Prokopim, Wiswa Abhijana beserta para awak media. hal tersebut terkait managemen pasar yang diterapkan di pasar tersebut.
Rombongan awak media diterima langsung oleh Sekdis Perindustrian Jalaludin di aula lantai 3 Pasar Bringharjo yang merupakan pasar terbesar yang dibangun pada tahun 1755 dari 29 pasar yang dimiliki Pemkot Yogyakarta, sekaligus menjadi Kantor Perindustrian Kota Yogyakarta. pantauan awak media pasar tersebut berlantai 3 dan dilengkapi dengan eskalator.
Saat dikonfirmasi awak media terkait management di pasar tersebut Sekdis Perindustrian Jalaludin mengatakan, dalam mengelola pasar pihaknya sudah menerapkan Perda nomor 3 tahun 2021 secara khusus mengatur pasar rakyat yang telah disesuikan dengan regulasi yang ada sebelumnya seperti UU Cipta Kerja.
“Para pedagang yang berjualan di Pasar Bringhajo sudah memiliki sertifikat Kartu Bukti Berdagang (KBB). sesuai perda yang baru, ketika pedagang tidak berjualan lagi mereka harus melapor dan Kartu Bukti Berdagang (KBB) harus di serahkan ke kami. Dari kami akan menunggu antrean yang mendaftar mengajukan untuk berdagang di pasar,” terangnya.
Adapun Kartu KBB, menurutnya, ini bisa diturunkan ke ahli waris pedagang tersebut. Kartu ini tidak bisa diperjual belikan.
“Seperti dalam perda yang lama, memang kartu ini bisa diperjual belikan selain itu bisa di carikan sebagai kantah di bank untuk meminjam uang, di perda yang baru tidak ada seperti itu,” jelasnya.
Lebih jelasnya Jalaludin mengatakan, kedepan pihaknya akan akan mengganti sertifikat KBB diperkecil menjadi kartu seperti kartu KTP.
“Itu hanya kartu bukti pedagang bukan sertifikat seperti dulu. Yang lebih canggih kedepannya kita akan menggunakan digital memakai barcode atau email,” ujarnya.
informasi sebelumnya, menurut Kadis Koperindag Jembrana I Komang Agus Adinata menuturkan, rencana revitalisi Pasar Umum Negara sesuai visi misi Bupati Jembrana utuk menuju Jembrana Emas 2026, revitalisasi pasar sepenuhnya dibantu oleh pemerintah pusat senilai Rp.160 miliar.
“Detail Engenering Design, (DED) pasar sedang digodok proses kajiannya, termasuk gambar pasar yang akan dibuat melalui Dinas PUPR. Revitalisasi Pasar Umum Negara menjadi pasar tradisional modern, tentunya semua pedagang yang mencapai 1000 pedagang akan ditata, rencana ini akan terus sosialisasikan ke pedagang,” ungkapnya.
Menurutnya, bantuan revitalisasi ini sepenuhnya dibantu oleh pemerintah pusat. para pedagang nanti diatur penempatannya sesuai blok, seperti blok pedagang basah,ikan dan buah blok pedagang kerajinan perhiasan, UMKM, serta pedagang pakaian sandang, semua akan diatur. Termasuk pula penyediaan sarana jalan karena akan ada pelebaran, ruang parkir, gudang dan ruang.
“Bantuan ini tidakmudah kita dapatkan harus berjuang merebutnya dengan kabupaten/kota lainnya se Indonesia,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6027 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4697 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2666 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2355 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2245 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan