Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Roxx Kids, Band Cilik Asal Jembrana Rilis Album Perdana Usung Tema Pelestarian Alam
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Band beranggotakan tiga bocah asal Jembrana bernama Roxx Kids ini boleh dikatakan berbeda dari band anak-anak lainnya. Bagaimana tidak, album perdana mereka mengusung tema lingkungan alam yang mulai rusak karena ulah manusia sendiri.
"Hentikan merusak alam ini, karena alam ini adalah karunia Tuhan dan harus tetap lestari untuk anak cucu kita", demikian kutipan Lirik lagu dengan judul lagu judul "Wanaprasta" yang diartikan kondisi alam yang lestari.
Pesan yang ingin disampaikan adalah manusia terkadang serakah sehingga mengakibatkan hutan terbakar dan banjir bandang. Program reboisasi hutan dinilai hanya gurauan.
Personel Roxx Kids terdiri dari gitar melodi pada Devdan (11) dari SDN 5 Baluk Kecamatan Negara, Gusti Agung Bagus Arjuna Putra Dharma Dhyaksa (9) sebagai drummer dari SDK Masudiri di Kecamatan Jembrana duduk di kelas 4. Sedangkan gitar pengiring dilakoni I Putu Gede Krisna Karsa Wibawa (12), kelas 1 SMPN 1 Mendoyo.
Gung Arjuna menuturkan awalnya belajar bermain drum sejak usia 4 tahun dan Krisna belajar gitar baru setengah tahun dari guru les, dan Devdan belajar bermain gitar dari kelas 3 sekolah Dasar. Ketiga bocah ini menyukai musik bergenre rock dan balada baik musisi luar negeri maupun dalam negeri.
Ide awal lagu ini terinsipirasi dari peristiwa bencana alam yaitu banjir bandang yang melanda Jembrana beberapa waktu lalu. Selain itu juga perisitiwa kebakaran hutan yang tidak lain disebabkan ulah manusia. Idenya tercipta dari seorang musisi Jembrana bernama Made Gimbal.
Agus Wiadnyana selaku mentor Roxx Kids mengungkapkan lagu Wanaprasta merupakan album pertama mengisahkan pesan untuk melestarikan alam. Anak-anak meluapkan dengan lirik hentakan rock alternatif.
"Semua adalah milik kita yang Tuhan berikan kepada umat manusia. Jangan dirusak, alam harus tetap lestari. Tanggung jawab bersama untuk melestarikan alam buat anak cucu," ujarnya.
Orang tua mereka sangat mendukung prestasi ketiga anak tersebur dengan memfasilitasi kebutuhan bermain musik, namun mereka juga diingatkan agar tetap belajar di sekolah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6037 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2363 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2252 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan