Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Rudal Rusia Kembali Hantam Permukiman Penduduk di Kyiv
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah ledakan menghantam permukiman penduduk di ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Kamis (13/10) pagi waktu setempat.
"Tim penyelamat sudah berada di lokasi," demikian menurut pemerintah via Telegram, seperti dikutip Reuters.
Namun, sejauh ini belum ada informasi lebih lanjut soal ledakan tersebut, termasuk dampak kerusakan dan jumlah korban. Rusia terus mengintensifkan serangan ke Ukraina usai jembatan yang menghubungkan Crimea dan Rusia hancur pada Sabtu lalu.
Kemudian pada Minggu, Presiden Rusia Vladimir Putin menuding Ukraina sebagai dalang. Ia juga meminta serangan besar-besaran ke negara yang diinvasinya.
Sehari kemudian, setidaknya 84 rudal meluncur ke Ukraina. Lalu pada Selasa, 18 rudal berhasil dicegat. Jika dihitung, ada 102 rudal meluncur ke Ukraina.
Imbas serangan itu 19 orang tewas, dan sejumlah wilayah di Ukraina tanpa listrik dan air. Menanggapi serangan masif Rusia, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta negara Barat mengirim sistem pertahanan udara untuk Ukraina.
Beberapa negara yang setuju di antaranya Amerika Serikat, Jerman, Inggris dan Prancis. Zelensky juga bersumpah akan membuat medan perang menjadi arena yang menyakitkan bagi musuh, dalam hal ini Rusia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4519 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2334 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun