Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Rusdi Method, Inovasi Bedah Bariatrik dari Bali untuk Tekan Obesitas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Obesitas kian menjadi persoalan kesehatan serius di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan RI mencatat, 1 dari 3 orang dewasa mengalami obesitas dan 1 dari 5 anak usia 5–12 tahun mengalami kelebihan berat badan.
Kondisi ini mendorong dunia medis untuk mencari terobosan dalam penanganannya. Salah satu langkah medis yang dikenal efektif adalah operasi bariatrik. Namun, teknik konvensional kerap menimbulkan risiko, termasuk weight regain dan komplikasi pasca operasi.
Menjawab tantangan itu, seorang dokter asal Bali menghadirkan inovasi baru yang kini menjadi sorotan, yakni RUSDI Method.
Recombinante Utendo Sleeve Gastrectomy De Ileal atau RUSDI Method merupakan metode operasi bariatrik hasil penelitian dr. Gede Eka Rusdi Antara, Sp.B, Subsp.BD(K), MARS, MH, dokter bedah digestif di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Penelitian ini ia kembangkan dalam disertasi doktoralnya di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
“Secara umum, teknik ini merupakan gabungan sleeve gastrectomy dengan ileal proximal bypass—pemotongan sebagian lambung yang langsung dihubungkan dengan usus halus bagian atas,” jelas dr. Rusdi.
Hasil riset menunjukkan, RUSDI Method tidak hanya efektif menurunkan berat badan, tetapi juga mampu menekan faktor inflamasi kronis seperti CRP, Interleukin-6, dan TNF alfa, yang selama ini menjadi tantangan pada teknik konvensional.
Lebih jauh, teknik ini membawa sejumlah manfaat klinis, di antaranya: Perbaikan sindrom metabolik seperti diabetes, hipertensi, sleep apnea, hingga osteoarthritis.
Kedua, risiko malnutrisi dan defisiensi vitamin lebih rendah dibandingkan teknik bypass tradisional serta menekan risiko GERD de novo dan refluks empedu pasca operasi bariatrik.

“Teknik ini juga mengurangi produksi hormon ghrelin yang memicu rasa lapar dan tetap memungkinkan akses endoskopi jika dibutuhkan. Selain itu, secara teknis lebih mudah dikerjakan oleh ahli bedah serta dapat direversi kembali menjadi sleeve gastrectomy bilamana diperlukan,” tambah dr. Rusdi.
Dengan temuan ini, Bali tidak hanya menjadi destinasi pariwisata, tetapi juga melahirkan inovasi dunia medis yang berpotensi menjadi rujukan internasional dalam penanganan obesitas.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan