Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Rusia Klaim Tembak Jatuh Empat Rudal Buatan AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Pertahanan Rusia menyatakan pasukan Moskow telah menembak jatuh empat rudal anti-radiasi buatan Amerika Serikat yang melintas di perbatasan selatan negaranya dekat Ukraina, Senin (19/12).
"Empat rudal anti-radar 'HARM' buatan Amerika telah ditembak jatuh di kawasan udara Belgorod," kata juru bicara menteri pertahanan Rusia, Igor Konashenkov.
HARM merupakan peluru kendali anti-radiasi air-to-surface berkecepatan tinggi. Rudal itu didesain untuk "mencari dan memusnahkan sistem pertahanan udara yang dilengkapi radar".
Pada Minggu (18/12), serangan rudal juga diklaim terjadi di wilayah Belgorod yang menghantam rumah penduduk dan kawasan industri. Gubernur Belgorod Vyacheslav Gladkov mengatakan serangan itu menewaskan satu orang dan melukai 10 orang lainnya.
"Kemarin merupakan hari yang sangat berat. Ada penembakan dari pasukan militer Ukraina," kata Gladkov melalui Telegram.
Sementara itu, Ukraina juga terus digempur rudal Rusia di hari yang sama ketika Presiden Vladimir Putin melakukan lawatan langka ke Belarus, sekutu dekat Moskow. Ukraina menuding kunjungan Presiden Vladimir Putinke Minsk pada Senin (19/12) adalah untuk meminta Belarus berbuat lebih banyak untuk membantu invasi Rusia.
Komandan pasukan gabungan Ukraina, Serhiy Nayev,yakin pembicaraan Putindan Presiden Alexander Lukashenko di Minsk akan membahas rencana serangan terbaru dan bantuan militer lebih luas dari Belarus. Sebab, saat ini, pasukan Rusia di Ukraina disebut terus melemah hingga hanya bisa dalam posisi bertahan.
"Saya yakin pembicaraan di Minsk terkait agresi lebih lanjut terhadap Ukraina dan terutama keterlibatan yang lebih luas dari angkatan bersenjata Belarus dalam operasi melawan Ukraina, menurut pendapat kami juga dari penilaian di lapangan," ujar Nayev seperti dikutip Reuters.
Kekhawatiran itu juga dialami sebagian pejabat dan warga Belarus, terutama oposisi pemerintah. Kelompok oposisi, yang sebagian besar dibungkam dan dipenjara, takut jika Belarus lambat laun akan dicaplok Rusia akibat kedekatan Minsk-Moskow yang kian mengkhawatirkan terutama sejak perang di Ukraina berlangsung.
Namun, Putin membantah rumor yang menyebut dirinya ingin menguasai Belarus dalam pernyataan bersama Lukashenko di Minsk.
"Rusia tidak tertarik untuk mengambil siapa pun, ini tidak masuk akal," kata Putin seperti dikutip AFP.
Putin berujar Belarus merupakan "sekutu terdekat dan mitra strategis" Rusia. Oleh sebab itu, rumor bahwa Rusia hendak merebut Belarus menurutnya fitnah dari musuh.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2314 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1942 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun